kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Kata ekonom CORE terkait rencana Pemprov DKI Jakarta menerapkan kembali PSBB ketat


Rabu, 30 Desember 2020 / 00:10 WIB
Kata ekonom CORE terkait rencana Pemprov DKI Jakarta menerapkan kembali PSBB ketat

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat mengutarakan rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat bila kasus Covid-19 di Ibu Kota terus meningkat. Terkati hal itu, sejumlah pihak menilai rencana itu kurang tepat diterapkan lagi.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menilai pemerintah provinsi DKI Jakarta belum perlu memberlakukan rem darurat saat ini.

Menurutnya, pemberlakuan rem darurat  dilaksanakan sesuai dengan kondisi pandemi Covid-19 di DKI Jakarta.

Baca Juga: Pengusaha: Perlu pertimbangan matang jika PSBB ketat di Jakarta diberlakukan lagi

"Memang saat ini terjadi lonjakan kasus, tetapi selama masih bisa ditangani oleh Pemda DKI, belum perlu dilakukan rem darurat. Yang tahu persis kemampuan menangani ya tentu saja Pemda DKI sendiri," ujar Piter kepada Kontan, Senin (28/12).

Hingga saat ini pemerintah DKI Jakarta belum kembali mengetatkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, dikabarkan Pemda DKI akan memberlakukan PSBB secara ketat bila kasus Covid-19 di Jakarta kembali melonjak.

Baca Juga: Soal emergency brake, Pemprov DKI akan dengar data Covid-19 dari pakar



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×