kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Kapan vaksin corona bisa diproduksi? Ini kata BPOM


Rabu, 18 November 2020 / 06:50 WIB

Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Tendi Mahadi

CEO Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan bahwa perusahaan kini sudah memiliki belasan produk herbal di mana di masa depan akan terus bertambah sesuai permintaan konsumen.

"Masyarakat juga semakin sadar akan standardisasi uji klinis. Makanya kami juga terus kembangkan produk herbal dengan standar tersebut. Potensinya di masa depan sangat besar," ungkapnya.

Baca Juga: Pandemi belum berakhir, ini cara meningkatkan daya tahan tubuh meski di rumah saja

Sementara itu, menurut GP Jamu, industri obat herbal diharapkan bisa tumbuh sampai tujuh persen. Data Kementerian Perindustrian juga menunjukkan potensi nilai penjualan jamu di pasar domestik sekitar Rp 20 triliun dengan ekspor senilai Rp16 triliun.

Tantangannya adalah, dengan sumber daya untuk produksi obat-obat herbal dari dalam negeri yang melimpah, masih banyak produk herbal yang mengandalkan bahan baku impor.

"Ini yang harus kita tekankan. Bahan baku dalam negeri juga bisa menekan harga produk herbal lebih terjangkau," tutup Wakil Ketua Bidang Humas DPP GP Jamu Edward Basilianus.

Selanjutnya: Terawan sebut hanya mereka yang masuk golongan usia ini yang dapat vaksin Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

×