Kabelindo Murni (KBLM) optimistis bisa kantongi laba pada tahun ini

Kamis, 10 Juni 2021 | 05:15 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Kabelindo Murni (KBLM) optimistis bisa kantongi laba pada tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kabelindo Murni Tbk (KBLM) optimistis dapat meraih keuntungan lagi di tahun ini setelah menderita rugi bersih di kuartal I 2021 senilai Rp 6,9 miliar. Di tahun ini KBLM akan memacu penjualan ke swasta dan BUMN karena melihat segmen tersebut sedang mengejar proyek yang sebelumnya tertunda akibat pandemi. 

Budi santosa, Manager Accounting KBLM memaparkan prospek permintaan kabel listrik di 2021 dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak tahun lalu. Selain berdampak pada menurunnya konsumsi listrik nasional, pandemi turut berpengaruh pada proyek sektor ketenagalistrikan di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). 

Draf RUPTL 2021-2030 yang sedang dibahas oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengindikasikan kemungkinan pengurangan kapasitas pembangkit listrik yang akan dibangun dalam 10 tahun ke depan.

Baca Juga: Dana Brata Luhur (TEBE) membuka peluang kerek target volume barging

Ada sekitar 15,5 gigawatt (GW) selisih pengurangan kapasitas pembangkit listrik yang akan dibangun berdasarkan RUPTL 2021-2030 bila dibandingkan dengan RUPTL periode sebelumnya.

Termasuk dalam tambahan kapasitas yang akan dikurangi tersebut adalah beberapa proyek dalam program ketenagalistrikan 35.000 MW. 

"Dengan adanya penurunan kapasitas pembangkit listrik yang akan dibangun, otomatis akan mempengaruhi pula proyeksi pembangunan jaringan transmisi hingga gardu induk pada RUPTL tersebut," jelasnya dalam paparan publik secara virtual, Rabu (9/6). 

Maka dari itu, di sepanjang tahun ini KBLM mengandalkan penjualan kabel dari sektor swasta dan BUMN. 

Baca Juga: Mega Perintis (ZONE) bukukan laba sebesar Rp 1,47 miliar pada kuartal I 2021

Direktur KBLM, Andika Saputra Wongkar memaparkan prospek bisnis di segmen pemerintah khususnya PLN, belum ada permintaan atau pengembangan yang lebih dari sebelumnya, bahkan saat ini cenderung menurun. 

"Tetapi pada proyek swasta, kami melihat akan ada peningkatan karena pengejaran proyek yang tertunda di 2020," ungkapnya. 

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru