kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Jokowi Minta Level PPKM Dievaluasi di Tengah Meroketnya Kasus Covid-19


Jumat, 04 Februari 2022 / 06:10 WIB

Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Hal ini juga termasuk di Indonesia. Meskipun kasusnya melonjak tinggi namun tingkat keterisian di rumah sakit masih terkendali.

“Perlu saya sampaikan bahwa varian omicron dapat disembuhkan tanpa harus ke rumah sakit, pasien yang terpapar varian ini cukup melakukan isolasi mandiri di rumah, minum obat dan multivitamin dan segera tes kembali setelah 5 hari,” ucap Jokowi.

Baca Juga: Berlaku, Jabodetabek & Daerah Lain PPKM Level 2 Boleh PTM Terbatas & Sekolah Online

Dihubungi secara terpisah, Ketua Bidang Kajian Akuntansi dan Perpajakan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Ajib Hamdani mengatakan, dalam kondisi melonjaknya tingkat penularan covid-19, maka penanganan kesehatan menjadi prioritas, dan ekonomi tersubordinasi oleh kepentingan kesehatan ini.

“Ekonomi hanya akan bisa mengikuti perkembangan kesehatan. Sementara ekonomi bergantung pada bagaimana kesehatan terjaga dengan baik,” ujar Ajib saat dihubungi, Kamis (3/2).

Terkait wacana penerapan PPKM level 3, Ajib mengatakan, pelaku usaha akan mematuhi aturan dari pemerintah. “Karena dengan penerapan PPKM level 3, mau tidak mau dunia usaha harus mematuhinya, tidak ada ruang tawar-menawar disini,” ucap Ajib.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×