kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Joe Biden jadi presiden AS terpilih, Donald Trump masih belum mau menyerah


Senin, 09 November 2020 / 15:30 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

Di Pennsylvania, hakim berpihak pada Partai Republik dan memerintahkan beberapa surat suara sementara disisihkan dan memberi pengamat Republik akses yang lebih besar untuk penghitungan suara. Pakar hukum mengatakan gugatan hukum terlalu sempit untuk berdampak pada hasil pemilu.

Sementara itu, Partai Republik berusaha mengumpulkan setidaknya US$ 60 juta untuk mendanai gugatan.

Baca Juga: Pahami kekecewaan Trump, Biden: Saatnya singkirkan retorika kasar dan turunkan suhu

“Dia harus memastikan setiap suara dihitung dan menuntut transparansi. Itu menempatkan dia pada dasar retorika yang kuat,” kata mantan pejabat Gedung Putih lainnya.

Partai Republik khawatir bahwa Trump dapat menodai warisannya jika pada akhirnya dia tidak keluar dengan anggun dari Gedung Putih dan mengikis kekuatan politiknya di masa depan.

"Tidak mungkin baginya untuk mencalonkan diri lagi pada 2024 jika dia dipandang sebagai pecundang," kata sumber Kongres dari Partai Republik.

Selanjutnya: Kalah Pilpres AS, Melania Trump dirumorkan akan gugat cerai Trump

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×