kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.947   -26,00   -0,14%
  • IDX 6.042   158,05   2,69%
  • KOMPAS100 788   24,13   3,16%
  • LQ45 595   16,69   2,89%
  • ISSI 209   5,51   2,71%
  • IDX30 337   9,52   2,91%
  • IDXHIDIV20 413   10,97   2,73%
  • IDX80 89   2,61   3,01%
  • IDXV30 112   3,14   2,89%
  • IDXQ30 108   3,10   2,96%

Joe Biden: Donald Trump tinggalkan surat yang sangat murah hati


Kamis, 21 Januari 2021 / 12:49 WIB
ILUSTRASI. Mantan Presiden Donald Trump menulis surat yang sangat murah hati kepada Joe Biden. Alex Brandon/Pool via REUTERS 

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pada bulan Desember, Mahkamah Agung menolak gugatan Texas yang bertujuan untuk menganulir hasil pemilu di empat negara bagian, menandakan pukulan terakhir bagi upaya Trump untuk membatalkan pemilu 2020 melalui tuntutan hukum.

Tetap saja, Trump terus mengklaim - tanpa bukti - bahwa pemilihan itu "curang".

Dua minggu sebelum pelantikan hari Rabu, Trump berbicara kepada pendukungnya agar "menghentikan pencurian" di dekat Gedung Putih, meminta para pendukungnya untuk berbaris ke Capitol dan "bertarung seperti Neraka."

Kira-kira satu jam kemudian, massa dari para pendukung itu menyerbu Capitol, yang menyebabkan sejumlah orang tewas.

Baca Juga: Ambil alih krisis AS, Biden: Kita harus hentikan perang tak beradab ini!

Trump, yang disalahkan oleh para politisi di kedua sisi karena memicu kekerasan, dimakzulkan oleh Dewan Perwakilan AS satu minggu kemudian, secara permanen ditangguhkan dari Twitter, dan sejak itu hubungan bisnisnya memburuk.

Dia mengklaim bahwa kata-katanya tidak memicu kekerasan, dengan mengatakan bahwa kata-katanya "sangat tepat".

Dalam sambutan kepergiannya kepada para pendukungnya, Trump tidak menyebut nama Biden pada hari Rabu, melainkan berfokus pada pencapaian pemerintahannya sebelum memberi tahu orang banyak termasuk sebagian besar anak-anaknya: "Selamat hidup. Sampai jumpa."

Selanjutnya: Joe Biden resmi jadi Presiden Amerika Serikat (AS)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Inventory Management: From Chaos to Control

×