kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Investasi Berkualitas Bisa Topang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Secara Berkelanjutan


Senin, 09 Januari 2023 / 05:55 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Penanaman modal yang masuk ke Indonesia diharapkan bisa berdampak berkelanjutan pada pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, investasi yang masuk harus berkualitas.

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, agar investasi yang masuk ke Indonesia makin berkualitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi perlu diperhatikan sejumlah hal ini. 

Pertama, mendorong investasi untuk masuk ke sektor manufaktur. Menurut Riefky, sektor ini merupakan sektor yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan.

Baca Juga: Faisal Basri Beri Saran Agar Investasi yang Masuk ke Indonesia Makin Berkualitas

Dengan masyarakat yang bekerja, maka ada pendapatan untuk menjaga daya beli. Dengan demikian, roda konsumsi rumah tangga sebagai motor penggerak ekonomi, akan terus bergulir. 

"Urgensi saat ini adalah menarik investasi di sektor manufaktur. Karena saat ini, masih banyak tenaga kerja yang belum terserap," tutur Riefky kepada Kontan.co.id, Minggu (8/1). 

Kedua, mendorong investasi yang masuk dengan memperbaiki iklim usaha, kemudahan berusaha, bahkan terkait dengan kemudahan hukum. 

Dengan perbaikan ini, investasi yang masuk ke Indonesia diyakini makin lancar. Plus, bila kualitas dalam menarik investasi ditingkatkan, maka investasi masuk pun makin berkualitas. 

Baca Juga: Faisal Basri: Kebanyakan Investasi yang Masuk Indonesia Berbasis Otot, Bukan Otak



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×