kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.078   43,00   0,24%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Ini rencana dan target bisnis tambang emas Archi Indonesia ke depan


Selasa, 11 Mei 2021 / 08:00 WIB

Reporter: Filemon Agung | Editor: Yudho Winarto

"Potensi sangat besar sehingga ke depan eastern corridor sebagai (daerah) operasi yang stabil dan wilayah pengembangan di Western Corridor," jelas Rudy dalam kesempatan yang sama.

Rudy menambahkan dari luas area konsesi yang mencapai hampir 40 ribu hektare, saat ini pemanfaatannya baru mencapai 10%.

Adam melanjutkan, dengan berbagai rencana tersebut, Archi memperkirakan alokasi capex mencapai US$ 70 juta hingga US$ 80 juta per tahun untuk lima tahun ke depan.

Nantinya, alokasi capex bakal didominasi untuk kegiatan eksplorasi dan peningkatan kapasitas.

Baca Juga: Archi Indonesia dikabarkan menunda rencana IPO

Tak sampai di situ, Adam memastikan jika nantinya produksi semakin optimal bukan tak mungkin Archi bakal mendorong proyek pemurnian demi membuka peluang menjual hasil produksi ke pasar domestik.

"Jika aturan perpajakan berubah kita bisa pasarkan langsung ke domestik dan membuat pemurnian maka akan menjadi fully integrated gold company," terang Adam.

Adapun, saat ini kendala pemasaran produk ke pasar domestik dikarenakan besaran biaya pajak yang dikenakan yang mencapai 10%.

Demi membangun fasilitas pemurnian, biaya investasi diperkirakan sekitar US$ 5 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Legacy

×