Ini peringatan IDI tentang bahaya Covid-19 varian Delta

Senin, 21 Juni 2021 | 10:35 WIB Sumber: Kompas.com
Ini peringatan IDI tentang bahaya Covid-19 varian Delta

Ketua Umum PB IDI Daeng Muhammad Faqih pun mengingatkan potensi bahaya varian delta virus corona terhadap anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui. Pasalnya, saat ini varian mutasi ganda dari India itu sudah banyak menular kepada warga berusia muda. 

Gejala yang dialami pun lebih cepat mengalami perburukan. "Betul lebih berbahaya. Untuk ibu hamil akan berpengaruh terhadap janin. Atau kalau ibu menyusui berpengaruh kepada anaknya. Sebab hubungan yang dekat itu bisa ikut tertular juga," ujar Daeng dalam diskusi virtual bertajuk "Covid-19 Meradang Pasca Libur Panjang" yang digelar Sabtu (19/6/2021). 

"Varian delta ini selain lebih cepat menular, juga lebih berbahaya. Mulanya gejala-gejala ringan tapi perburukannya lebih cepat. Jadi misalnya mengalami sesak nafas, lalu lebih cepat memburuk kondisinya," lanjutnya. 

Baca Juga: 10 Juta bulk vaksin Sinovac tiba hari ini

Banyak serang orang berusia muda 

Daeng pun mengatakan varian mutasi ganda asal India ini justru banyak menular kepada individu berusia muda. "Varian delta ini justru sekarang banyak menularkan ke yang masih muda-muda. Lalu langsung datang (ke fasilitas kesehatan) dalam kondisi yang berat," lanjutnya. 

Menurut Daeng, kondisi ini bisa jadi disebabkan individu yang berusia muda sering mengesampingkan gejala-gejala penyakit yang bersifat ringan. Padahal, dengan adanya mutasi, varian delta memiliki kecenderungan perburukan lebih cepat. 

"Sehingga masyarakat usia muda yang datang banyak yang langsung dengan gejala berat. Ini yang kita khawatirkan. Jika demikian kondisinya, potensi kesembuhan makin kecil," tegas Daeng.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bahaya Varian Delta, Cepat Menyebar dengan Tingkat Keparahan Lebih hingga Serang Orang Usia Muda"
Penulis : Rakhmat Nur Hakim
Editor : Rakhmat Nur Hakim

 

Selanjutnya: Sehari tambah 12.906 kasus Covid-19, beban nakes di Indonesia meningkat pesat

 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru