kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ini Pemicu Memanasnya Hubungan Ukraina-Rusia, Perbatasan Seperti Adegan Perang Dingin


Kamis, 27 Januari 2022 / 12:31 WIB
ILUSTRASI. Anggota militer Ukraina membongkar kiriman bantuan militer yang dikirim sebagai bagian dari bantuan keamanan Amerika Serikat ke Ukraina. REUTERS/Gleb Garanich

Sumber: The New York Times,Business Insider,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Situasi terkini

Situasi terkini di perbatasan Ukraina-Rusia semakin memanas. Sebuah pesawat milik Amerika membawa rudal anti-tank Javelin, peluncur dan perangkat keras militer lainnya mendarat di Kyiv pada Selasa (26/1/2022). Ini merupakan pengiriman ketiga dari paket keamanan senilai US$ 200 juta untuk menopang Ukraina saat bersiap menghadapi kemungkinan serangan militer Rusia.

"Javelin di Kyiv! Kargo baru bantuan keamanan - peluncur & rudal - dengan berat total sekitar 80 ton. Kami mengharapkan kedatangan yang ke-4 dari kawanan besar burung segera," cuit Menteri Pertahanan Oleksii Reznikov.

Melansir Reuters, Amerika Serikat telah menjadi pendukung paling kuat Ukraina untuk mencegah serangan baru oleh Rusia, yang telah mengumpulkan pasukan di dekat perbatasan Ukraina. Moskow sendiri membantah untuk merencanakan serangan.

Baca Juga: AS Perintahkan Keluarga Staf Kedutaan Tinggalkan Ukraina, Rusia Siap Invasi?

Amerika Serikat telah memberikan bantuan keamanan senilai lebih dari US$ 650 juta ke Ukraina pada tahun lalu dan total lebih dari US$ 2,7 miliar sejak 2014, ketika Rusia mencaplok semenanjung Krimea Ukraina.

Sementara itu, mengutip Business Insider, Rusia pada hari Selasa memposting rekaman latihan termasuk tentara, tank, dan peluncur rudal di dekat perbatasannya dengan Ukraina.

Video dari Distrik Militer Barat Rusia muncul ketika negara-negara termasuk Ukraina, AS, dan Inggris semakin memperingatkan akan kemungkinan terjadinya invasi. Rusia telah berulang kali membantah rencana untuk menyerang Ukraina.

Rekaman itu menunjukkan armada peluncur rudal balistik jarak pendek Iskander meninggalkan pangkalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×