Ini kata pengamat dan analis terkait rencana Krakatau Steel membentuk subholding

Kamis, 08 April 2021 | 09:35 WIB   Reporter: Dimas Andi
Ini kata pengamat dan analis terkait rencana Krakatau Steel membentuk subholding

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana pembentukan subholding sarana infrastruktur dinilai dapat berdampak positif bagi kelangsungan usaha PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS).

Sekadar informasi, KRAS akan membentuk subholding yang terdiri dari anak-anak perusahaannya seperti PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL), PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI), PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS), dan PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC).

Manajemen KRAS menargetkan subholding sarana infrastruktur Krakatau Steel dapat terbentuk pada akhir Mei 2021. Subholding ini juga akan dipersiapkan oleh KRAS untuk melantai di bursa saham pada kuartal I-2022.

Pengamat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Universitas Indonesia Toto Pranoto berpendapat, pembentukan Subholding Sarana Infrastruktur Krakatau Steel merupakan upaya positif dalam rangka meningkatkan nilai (value) Grup Krakatau Steel secara keseluruhan.

Baca Juga: Subholding bentukan Krakatau Steel (KRAS) disiapkan untuk IPO tahun depan

Sebab, entitas anak usaha KRAS yang akan tergabung dalam subholding tersebut memiliki prospek yang menarik di bidangnya masing-masing.

Toto memberi contoh, PT Krakatau Bandar Samudera merupakan pengelola pelabuhan dalam yang berpotensi menjadi pelabuhan besar. Perusahaan ini kelak berpeluang tidak hanya melayani kebutuhan internal Krakatau Steel saja, melainkan berkembang menjadi pelabuhan umum.

Ada juga PT Krakatau Tirta yang sudah dikenal sebagai pemasok kebutuhan air bersih di kawasan industri dan Kota Cilegon. “Penguasaan pasar mereka cukup baik,” kata dia, Rabu (7/4).

Editor: Handoyo .
Terbaru