Ini Dugaan Penyebab Melonjaknya Kembali Kasus Covid-19 Indonesia

Rabu, 15 Juni 2022 | 10:37 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Ini Dugaan Penyebab Melonjaknya Kembali Kasus Covid-19 Indonesia

ILUSTRASI. Pada Selasa (14/6/2022), Indonesia mencatatkan 930 kasus infeksi Covid-19 harian. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Warga Indonesia harus tetap waspada dengan penyebaran Covid-19. Pasalnya saat ini, Indonesia mencatatkan kasus harian Covid-19 terbesar dalam dua bulan terakhir. 

Data yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menunjukkan, pada Selasa (14/6/2022), Indonesia mencatatkan 930 kasus infeksi Covid-19 harian. Itu artinya, Indonesia telah melaporkan kasus harian lebih dari 500 kasus selama delapan hari beruntun. 

Dalam konferensi pers Perkembangan Penanganan Covid-19 yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, terjadi peningkatan kasus aktif Covid-19 di Indonesia. 

Dia mengatakan, pada akhir Mei lalu, kasus aktif berkisar 2.900 kasus. Sedangkan per 13 Juni 2022, kasus aktif Covid-19 berada di kisaran angka 4.900. 

"Tentunya kenaikan ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Sebab, apabila tidak dimitigasi dengan baik, kasus dapat terus mengalami kenaikan," urainya. 

Baca Juga: Berisiko, Epidemiolog Kritik Kebijakan Lepas Masker di Ruang Publik

Dalam kesempatan itu, Wiku juga membandingkan kasus Covid-19 di Indonesia yang lebih rendah dengan sejumlah negara tetangga. 

Ambil contoh Malaysia. Jumlah kasus di Negeri Jiran itu pada 11 Juni 2022 mencapai 1.709 kasus. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya 551 kasus. 

Sedangkan Thailand mencatat 2.474 kasus, Singapura 3.128 kasus, India 8.582 kasus, dan Australia 16.393 kasus. 

Lantas, apa penyebab terjadinya lonjakan kasus di Indonesia?

Menurut Wiku, ada sejumlah faktor yang berpotensi menjadi penyebabnya. Pertama adalah mobilitas penduduk yang mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2021.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Kembali Naik, Akankah Berpengaruh pada Transisi Menuju Endemi?

Faktor kedua adalah, sudah mulai normalnya kegiatan masyarakat di tempat publik. 

Faktor ketiga adalah mulai kendurnya disiplin penerapan protokol kesehatan di masyarakat. 

Sedangkan faktor keempat, masuknya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5 ke Indonesia.

"Transibilitas (Omicron BA.4 dan BA.5) memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat," ungkap Wiku.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru