kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Inflasi bulan September 2021 diprediksi cuma 0,01%


Sabtu, 18 September 2021 / 05:20 WIB
Inflasi bulan September 2021 diprediksi cuma 0,01%

Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memprediksi adanya kenaikan harga atau inflasi pada September 2021. Namun, inflasi bulan ini hanya tipis saja.

Berdasarkan survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu III September 2021, inflasi September 2021 diperkirakan sebesar 0,01% mom. 

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender sebesar 0,85% ytd dan secara tahunan sebesar 1,65% yoy,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (17/9). 

Erwin menyebutkan, penyumbang utama inflasi September 2021 yaitu komditas daging ayam ras yang naik 0,03% mom, minyak goreng naik 0,02% mom, serta sawi hijau, bayam, dan rokok kretek filter masing-masing naik 0,01% mom. 

Baca Juga: Peningkatan biaya pendidikan dorong inflasi Agustus 2021

Sementara itu, beberapa komoditas terpantau menaglami penurunan harga (deflasi), seperti telur ayam ras turun 0,07% mom, bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah masing-masing turun 0,03% mom, dan bawang putih yang turun 0,01% mom. 

Ke depan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesai dari waktu ke waktu. 

Tak hanya itu, BI akan memperkokoh langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh, untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Selanjutnya: Bulan lalu, inflasi inti naik 0,21%, ini penyebabnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×