kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Industri Properti Berbasis TOD Mulai Berkembang di Kota Besar Indonesia


Jumat, 19 Mei 2023 / 06:30 WIB
Industri Properti Berbasis TOD Mulai Berkembang di Kota Besar Indonesia

Reporter: Dimas Andi | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri properti berbasis Transit Oriented Development (TOD) mulai berkembang di kota besar Indonesia seiring masifnya pembangunan infrastruktur terkait transportasi umum.

Dalam riset berjudul "Are TOD Apartments More Desirable?" yang dirilis April 2023, Colliers Indonesia menilai bahwa bisnis properti TOD memang menjanjikan. Proyek-proyek TOD pun dianggap lebih tahan terhadap gejolak ekonomi dibandingkan proyek non-TOD, terutama selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Colliers mencatat, rata-rata penjualan TOD tumbuh 10,3% hingga akhir 2022. Di sisi lain, proyek non-TOD hanya mencatatkan pertumbuhan penjualan rata-rata 3,8% pada periode yang sama.

Baca Juga: Harga Rumah Naik 4,2% pada April, Ini Pemicunya

Sebanyak 61% pembeli properti TOD adalah pengguna akhir atau end user, sedangkan sisanya 39% adalah investor. Proyek properti TOD biasanya menyasar konsumen end user yang aktivitas kesehariannya sangat bergantung pada transportasi umum.

“Namun, pembeli kalangan investor juga tertarik untuk berinvestasi dengan harapan unit tersebut akan lebih menarik bagi penyewa karena dekat dengan transportasi umum,” tulis Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers Indonesia dalam riset tersebut.

Ke depannya, kebutuhan terhadap hunian berbasis TOD akan meningkat seiring kenaikan tarif tol secara periodik, kenaikan harga BBM, pajak kendaraan bermotor, pembatasan pelat ganjil, tarif parkir yang tinggi, hingga realisasi penerapan ERP di beberapa ruas jalan Jakarta.

Belum lagi, masyarakat juga dihadapkan dengan kemacetan jalan raya yang tidak diimbangi dengan penambahan ruas jalan, sehingga permintaan hunian TOD meningkat.

Di sisi lain, keberhasilan TOD juga ditentukan oleh realisasi rencana pemerintah dalam menyediakan infrastruktur transportasi massal yang terjangkau dan ramah lingkungan.

Salah satu emiten yang aktif menggarap proyek properti TOD adalah PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).

Sekretaris Perusahaan Adhi Commuter Properti Bayu Purwana menyampaikan, proyek hunian TOD yang dikembangkan ADCP terus berprogres. Beberapa hunian sudah ada yang diserahterimakan kepada konsumen, antara lain LRT CITY Jatibening, LET CITY Sentul, LRT CITY Bekasi-Eastern Green, dan Adhi City Sentul. Proyek tersebut berdekatan dengan stasiun LRT Jabodebek yang diharapkan akan beroperasi tahun ini.

Hunian berkonsep TOD ADCP tidak hanya terintegrasi dengan stasiun LRT saja, melainkan juga ada yang terintegrasi dengan jalur KA Commuter Line seperti Grand Central Bogor - Member of LRT CITY dan Cisauk Point - Member of LRT CITY.

Baca Juga: Agung Podomoro Land (APLN) Genjot Proyek Properti Berbasis TOD

"Ada juga hunian TOD yang terintegrasi langsung dengan Bus Rapid Transit (BRT) yakni Oase Park- Member of LRT CITY," ujar Bayu, Kamis (18/5).

Secara umum, ADCP percaya bisnis properti berbasis TOD memiliki prospek yang cerah. Hal ini terlihat dari makin tingginya minat masyarakat menjelang beroperasionalnya LRT Jabodebek pada 2023. Berbekal proyek TOD, ADCP mencatatkan marketing sales sebesar Rp 235 miliar pada kuartal I-2023.

Bayu juga menyebut, ketika proyek LRT Jabodebek selesai, ada potensi harga hunian TOD milik ADCP dapat naik di atas 50%. Adapun harga rata-rata hunian TOD anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini berada di kisaran Rp 400 juta sampai Rp 700 jutaan.

ADCP pun memastikan pengembangan hunian TOD akan terus berlanjut. Salah satu contohnya adalah LRT CITY Cikunir yang akan diluncurkan pada kuartal IV-2023.

Selain ADCP, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) juga menggarap proyek properti TOD. APLN menggarap proyek Kota Podomoro Tenjo yang mana hunian ini memiliki konsep TOD di wilayah pinggiran Jakarta. Proyek ini pun terintegrasi dengan Stasiun Tenjo dan Tigaraksa yang menghubungkan arus penumpang dari dan menuju Jakarta.

Marketing Director Agung Podomoro Land Agung Wirajaya mengklaim, proyek Kota Podomoro Tenjo memiliki capaian penjualan yang positif. Sejak Agustus 2022, sudah ada lebih 5.000 unit rumah yang terjual di Kota Podomoro Tenjo. “Kisaran harga rumah di sana mulai dari Rp 250 jutaan sampai Rp 1 miliaran,” kata dia, Selasa (16/5) lalu.

Selain itu, APLN juga memiliki proyek Podomoro Golf View Cimanggis yang berada sekitar 100 meter dari pintu keluar Cimanggis dari jalan tol Jagorawi. Proyek yang dikembangkan sejak 2018 ini berdekatan dengan proyek LRT Jabodebek.

Baca Juga: Kurangi Kemacetan, Jokowi Minta Hunian TOD Dibangun di Kota-Kota yang Macet

Sampai saat ini, terdapat 5.000 unit apartemen di Podomoro Golf View yang terjual ke konsumen dengan kisaran harga Rp 400 jutaan sampai Rp 900 jutaan. Proyek ini juga menghasilkan penjualan rumah sebanyak 600 unit di kisaran harga Rp 1 miliar sampai Rp 3,5 miliar.

Prospek hunian berbasis TOD, menurut Agung, akan semakin positif pada tahun-tahun mendatang. Permintaan terhadap properti TOD pun terus meningkat, terutama dari konsumen kalangan pekerja yang membutuhkan tempat tinggal yang dekat dengan akses transportasi umum, sehingga mobilitasnya makin efisien.

Meski tak disebut secara gamblang, APLN tak menampik peluang untuk mengembangkan proyek properti TOD di wilayah lainnya. “Kami akan terus mengembangkan kawasan TOD di lokasi-lokasi yang infrastrukturnya sudah siap untuk mendukung konsep tersebut,” tandas dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×