kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Indonesia Masuk Daftar 20 Negara dengan Miliarder Terbanyak 2023 versi Forbes


Sabtu, 08 April 2023 / 08:30 WIB
Indonesia Masuk Daftar 20 Negara dengan Miliarder Terbanyak 2023 versi Forbes

Sumber: Forbes | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Orang-orang dengan nilai kekayaan ultra tersebar di seluruh dunia. Sebanyak 2.640 miliarder yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia versi Forbes tahun 2023 berasal dari 77 negara atau wilayah di seluruh dunia. Angka ini mengalami kenaikan dari 75 negara pada tahun lalu.

Melansir Forbes, Amerika Serikat kembali menjadi negara dengan jumlah miliarder terbanyak, dengan jumlah sebanyak 735 orang. Angka ini tidak mengalami perubahan dari posisi tahun lalu. 

Meskipun hampir 50 orang Amerika, termasuk Kanye West dan Sam Bankman-Fried, keluar dari peringkat dan puluhan miliarder lainnya meninggal dunia, lebih dari 60 warga negara AS bergabung dengan peringkat miliarder untuk pertama kalinya tahun ini, termasuk LeBron James dan Tiger Woods. 

Kendati demikian, AS tidak lagi menjadi rumah bagi orang terkaya di dunia. Taipan barang mewah Bernard Arnault, seorang warga negara Prancis, mengambil alih posisi Elon Musk. Akan tetapi, Amerika masih memiliki 17 dari 25 orang terkaya di dunia. 

Secara keseluruhan, para miliarder AS memiliki kekayaan sebesar US$ 4,5 triliun, turun dari US$ 4,7 triliun tahun lalu. Beberapa penyebabnya antara lain karena pasar melemah, bisnis perusahaan-perusahaan rintisan "unicorn" bernilai miliaran dolar tersendat, dan kenaikan suku bunga yang menghantui para investor.

Baca Juga: Rencana Besar Alibaba dan Dampaknya Terhadap Industri Teknologi China

Sementara itu, China memiliki jumlah miliarder terbanyak kedua, dengan 495 miliarder (tidak termasuk warga negara Hong Kong dan Makau) yang memiliki total kekayaan sebesar US$ 1,67 triliun. 

Negara ini juga mengalami penurunan secara keseluruhan, di mana pada tahun 2022, terdapat 539 miliarder Tiongkok senilai US$ 1,96 triliun. 

Kebijakan nol-Covid di negara ini dan transisi yang sulit menuju ekonomi pasca-pandemi telah menurunkan pertumbuhan ekonomi dan memukul harga saham. 

Krisis di sektor properti China, yang didorong oleh melimpahnya real estat setelah pembangunan tanpa henti selama beberapa dekade, juga membebani prospek ekonomi China. 

Begitu juga dengan tindakan keras Partai Komunis baru-baru ini terhadap platform-platform teknologi besar. 

Baca Juga: Inilah Pesan Tersirat yang Ingin Disampaikan Elon Musk ke Warren Buffett

Beberapa orang penting di Tiongkok yang tersingkir adalah taipan rokok elektrik Xiong Shaoming dan Zhao Weiguo, ketua Tsinghua Unigroup, sebuah bisnis semikonduktor yang didukung oleh pemerintah Tiongkok. 

Zhao dilaporkan telah "menghilang" dari pandangan publik pada pertengahan tahun 2022, dan didakwa melakukan korupsi pada bulan Maret 2023.



TERBARU

×