Ilmuwan: Kasus Omicron akan Turun Secepat Kasusnya Naik

Rabu, 12 Januari 2022 | 11:07 WIB Sumber: Associate Press
Ilmuwan: Kasus Omicron akan Turun Secepat Kasusnya Naik

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Para ilmuwan melihat adanya sinyal bahwa gelombang COVID-19 Omicron yang mengkhawatirkan mungkin telah mencapai puncaknya di Inggris dan kondisi serupa akan terjadi di AS, di mana kasus-kasus mulai menurun secara dramatis.

Alasannya, varian Omicron terbukti sangat menular sehingga mungkin sudah kehabisan orang untuk terinfeksi, hanya satu setengah bulan setelah pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan.

"Ini akan turun secepat virus ini naik," kata Ali Mokdad, seorang profesor ilmu metrik kesehatan di University of Washington di Seattle seperti yang dikutip AP.

Pada saat yang sama, para ahli memperingatkan bahwa masih banyak yang belum pasti tentang bagaimana fase pandemi selanjutnya akan terungkap. Lonjakan atau penurunan kasus di kedua negara tidak terjadi di mana-mana pada waktu yang sama atau pada kecepatan yang sama. 

Baca Juga: WHO: Terlalu Cepat Memperlakukan COVID-19 Seperti Flu Saat Omicron Menyebar

Para ahli juga memprediksi, rumah sakit masih akan kewalahan dalam menangani pasien COVID-19 dalam berminggu-minggu atau berbulan-bulan ke depan.

“Masih banyak orang yang akan terinfeksi saat kita menuruni lereng di bagian belakang,” kata Lauren Ancel Meyers, direktur Konsorsium Pemodelan COVID-19 Universitas Texas, yang memperkirakan bahwa kasus yang dilaporkan akan memuncak dalam seminggu.

"Riset University of Washington memproyeksikan bahwa jumlah kasus yang dilaporkan setiap hari di AS akan mencapai 1,2 juta pada 19 Januari dan kemudian akan turun tajam hanya karena semua orang yang dapat terinfeksi akan terinfeksi,” menurut Mokdad.

Baca Juga: Gejala Sangat Mirip, Ini Perbedaan Gejala Varian Omicron dengan Flu Biasa

Faktanya, lanjut Mokdad, dengan perhitungan kompleks universitas, jumlah sebenarnya dari infeksi harian baru di AS – perkiraan yang mencakup orang-orang yang tidak pernah dites – telah mencapai puncaknya, mencapai 6 juta pada 6 Januari.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru