Global

Hendak dimakzulkan, Donald Trump malah peringatkan Joe Biden

Kamis, 14 Januari 2021 | 00:10 WIB Sumber: Daily Mail
Hendak dimakzulkan, Donald Trump malah peringatkan Joe Biden


KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON.  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa amandemen ke-25 tidak dapat digunakan untuk menggulingkannya dari jabatannya.

Namun, Trump memperingatkan penggantinya Joe Biden bahwa amandemen itu bisa digunakan untuk melawannya.

'Kebebasan berbicara sedang diserang tidak seperti sebelumnya. Amandemen ke-25 tidak berisiko bagi saya, tetapi akan kembali menghantui Joe Biden dan Administrasi Biden. Seperti ungkapannya, hati-hati dengan apa yang Anda inginkan,'' kata Trump seperti dilansir Daily Mail, Rabu (13/1).

Wakil Presiden AS Mike Pence telah menjelaskan bahwa dia tidak mungkin mengejar opsi amandemen ke-25. Apalagi Trump memiliki delapan hari tersisa di kantor.

Baca Juga: Makin panas, DPR AS desak Wapres Mike Pence untuk mulai menggulingkan Trump

Trump membuat pernyataannya itu saat berada di Texas mengunjungi bagian tembok perbatasan AS dan Meksiko yang baru selesai, janji terbesar kampanye presiden 2016.

Dalam perjalanan terakhir masa kepresidenannya, Trump menandatangani sebuah plakat yang digantung di bagian yang telah selesai di Alamo, Texas, memperkuat warisan fisik dari masanya di Gedung Putih. "Kita tidak bisa membiarkan pemerintahan berikutnya berpikir untuk menjatuhkannya," katanya tentang temboknya.

Di Alamo, Texas, sebuah kota di Lembah Rio Grande dekat perbatasan AS-Meksiko - Trump mengunjungi tembok perbatasan sejauh 450 mil yang sedang dibangun pemerintahannya.

Total kemungkinan mencapai 475 mil pada 20 Januari, hari Biden mengambil sumpah jabatan. Sebagian besar tembok yang dibangun menggantikan sekat-sekat kecil yang sudah ada sebelumnya.

Baca Juga: Trump: Aksi pemakzulan menyebabkan kemarahan yang luar biasa

Dalam sambutannya, Trump juga sempat menyinggung kerusuhan di Capitol Hill pekan lalu. Dia tidak mengambil tanggung jawab publik atas jabatannya dalam pemberontakan.

Demokrat dan beberapa Republikan mengatakan dia menghasut massa nakal dengan retorika palsu bahwa pemilu dicuri darinya.

Trump mengatakan penghormatan terhadap penegakan hukum adalah 'dasar dari agenda MAGA' - mengacu pada slogan 'Make America Great Again'. Dua petugas polisi Capitol Hill tewas setelah serangan itu.

"Sekarang saatnya bangsa kita sembuh. Dan sudah waktunya untuk perdamaian dan ketenangan, penghormatan kepada penegak hukum dan orang-orang hebat dalam penegakan hukum adalah dasar dari agenda MAGA. Kami adalah negara hukum dan negara ketertiban, '' kata Trump dalam pidatonya selama 20 menit.

Selanjutnya: Pemakzulan atas Trump, Biden: Biar Kongres yang memutuskan

 

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Noverius Laoli


Terbaru