Nasional

Harus semakin waspada! Ini gejala mutasi virus corona Inggris yang masuk Indonesia

Rabu, 03 Maret 2021 | 13:27 WIB Sumber: Kompas.com
Harus semakin waspada! Ini gejala mutasi virus corona Inggris yang masuk Indonesia

ILUSTRASI. Mutasi virus corona dari Inggris atau B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia. Kita harus tahu gejalanya.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mutasi virus corona dari Inggris atau B.1.1.7 sudah masuk ke Indonesia. Menurut Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, pemerintah menemukan dua kasus B.1.1.7 pada Senin (1/3/2021) malam. 

"Ini fresh from the oven baru tadi malam ditemukan dua kasus," kata Dante dalam acara Inovasi Indonesia untuk Indonesia Pulih Pasca Pandemi, Selasa (2/3/2021). 

Dante menuturkan, pemerintah telah memeriksa 462 kasus dalam beberapa bulan terakhir. Hasilnya, ditemukan dua kasus mutasi virus corona tersebut. Menurut Dante, masuknya mutasi virus corona ini akan membuat penanganan pandemi Covid-19 semakin sulit. 

Lantas, apa saja gejala dari mutasi virus corona B.1.1.7 ini? 

Gejala 

Diberitakan Kompas.com, 29 Januari 2021, sebuah penelitian menemukan sejumlah gejala yang lebih sering terjadi pada pasien Covid-19 varian baru di Inggris. Gejala itu adalah batuk, sakit tenggorokan, dan rasa kelelahan. 

Baca Juga: Ini 3 gejala virus corona telah menginfeksi mata, hati-hati!

Berbeda dengan gejala Covid-19 umumnya, pada varian baru virus corona Inggris, gejala kehilangan rasa atau penciuman disebut hanya sebagian kecil kemungkinannya. 

Varian baru virus corona yang sangat menular di Inggris telah muncul sejak tahun lalu dan menyebar ke seluruh dunia. 

Sebuah survei yang dilakukan oleh Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menemukan, orang yang terinfeksi varian baru Covid-19 merasakan gejala berikut ini dibandingkan varian sebelumnya: 

Baca Juga: 3 Gejala Virus Corona tak umum ini bisa Anda alami, hati-hati!

- Batuk, 

- Sakit tenggorokan, 

- Kelelahan, 

- Nyeri otot. 

Sejumlah ahli menyebut, pergeseran gejala mungkin didorong oleh sifat varian yang lebih menular dan menyebar lebih cepat di tubuh. 

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru