Harga Minyak Goreng Melonjak, Inflasi Bulan Ini Diprediksi Naik

Sabtu, 22 Januari 2022 | 21:40 WIB   Reporter: Bidara Pink
Harga Minyak Goreng Melonjak, Inflasi Bulan Ini Diprediksi Naik


KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Inflasi pada bulan Januari 2022 diprediksi naik.  Berdasarkan survei pemantauan harga pada minggu III Januari 2022, inflasi pada bulan laporan diperkirakan sebesar 0,58% month on month (mom), atau lebih tinggi dari 0,57% mom pada bulan Desember 2021. 

“Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Januari 2022 secara tahun kalender sebesar 0,58% year to date (ytd) dan secara tahunan 2,20% yoy,” ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam keterangannya, Kamis (20/1). 

Erwin memerinci, penyumbang utama inflasi pada bulan Januari 2022 sampai dengan pekan ketiga yaitu komoditas Bahan Bakar Rumah Tangga (BBRT) yang diperkirakan mencatat inflasi 0,12% mom. 

Kemudian, ada juga inflasi dari daging ayam ras sebesar 0,09% mom, telur ayam ras dan tomat yang masing-masing naik 0,05% mom, serta beras yang diperkirakan naik 0,04% mom. 

Baca Juga: Arah The Fed Akan Jadi Patokan Bankir Dalam Menentukan Suku Bunga Kredit

Komoditas lain yang diperkirakan memberi andil cukup besar pada inflasi adalah minyak goreng, sabun detergen bubuk/cair, dan rokok kretek filter yang masing-masing naik 0,03% mom, juga jeruk, bawang putih, dan mie kering instan yang masing-masing naik 0,01% mom. 

Sementara itu, masih ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga (deflasi) yaitu cabai merah sebesar 0,05% mom dan tarif angkutan udara yang turun 0,02% mom. 

Ke depan, BI mengaku akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. 

Baca Juga: Para Ekonom Ini Meyakini BI Bakal Tahan Suku Bunga Acuan, Ini Argumennya

Tak hanya itu, BI akan memperkokoh langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh, untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru