kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Gunung Merapi punya dua kubah lava, pertama kali dalam sejarah


Sabtu, 06 Februari 2021 / 16:45 WIB

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Sejak 4 Januari 2021, Gunung Merapi memasuki fase erupsi yang bersifat efusif. Erupsi yang dikenal juga sebagai tipe Merapi adalah erupsi dengan aktivitas berupa pertumbuhan kubah lava disertai guguran lava dan awan panas.

Sejauh ini, menurut Hanik, jarak luncuran awan panas terjauh mencapai 3,5 kilometer yang terjadi pada 27 Januari lalu. "Dominasi guguran awan panas ke arah Barat Daya," sebutnya.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi, berupa erupsi efusif. Tapi, status masih sama, dalam tingkat Siaga mulai 5 November 2020 lalu.

"Status Awas belum kami tetapkan. Penetapan status Awas kalau ancaman awan panas sudah ke penduduk," kata Hanik.

Potensi bahaya Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.

Sementara lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dalam radius 3 kilometer dari puncak Merapi.

Selanjutnya: Gunung Merapi erupsi besar, begini penjelasan BPPTKG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×