kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Gara-gara ini operasional maskapai terbesar Taiwan China Airlines terhenti


Senin, 10 Mei 2021 / 23:05 WIB
Gara-gara ini operasional maskapai terbesar Taiwan China Airlines terhenti

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Taiwan akan mengkarantina semua pilot China Airlines, maskapai terbesar di pulau itu, selama 14 hari untuk mencoba menghentikan wabah virus corona baru di antara awaknya. 

Mengutip Reuters, Menteri Kesehatan Taiwan Chen Shih-chung mengatakan pada Senin (10/5), langkah karantina pilot itu secara efektif menghentikan operasional China Airlines.

Sejak bulan lalu Taiwan menangani wabah virus corona yang terkait dengan pilot China Airlines dan hotel bandara tempat banyak dari mereka tinggal. Sejauh ini sudah ada 35 kasus.

Chen menyebutkan, satu-satunya cara untuk memutuskan apa yang mereka yakini sebagai rantai penularan di "kapal induk" adalah dengan mengkarantina semua pilot China Airlines yang saat ini berada di Taiwan.

Dan, mengirim ke karantina pilot China Airlines yang kembali ke Taiwan.

Baca Juga: Laos mencatatkan kasus kematian pertama Covid-19

"Ini akan berdampak besar pada China Airlines, pada penerbangan penumpang dan kargo, dan juga bagi awaknya. Tetapi demi keselamatan seluruh komunitas, kami tidak bisa tidak membuat keputusan ini," katanya.

Langkah tersebut secara efektif berjumlah 14 hari untuk penerbangan, Chen menambahkan. Dan, pilot hanya akan diizinkan keluar dari karantina setelah mereka dinyatakan negatif.

Meningkatkan risiko penularan komunitas

China Airlines tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters, meskipun telah berulang kali mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Pemerintah Thailand untuk mengakhiri infeksi. 

Mereka juga sudah meningkatkan vaksinasi stafnya, termasuk pilot.

Baca Juga: Selain India, ini negara-negara yang juga mengalami lonjakan kasus Covid-19

Otoritas kesehatan Taiwan meyakini, beberapa pilot China Airlines terinfeksi pertama kali di luar negeri, kemudian menyebarkan virus corona setelah kembali ke Taiwan.

Sementara yang lain mungkin telah terinfeksi oleh pilot dari maskapai lain yang menginap di hotel yang sama.

Pemerintah Thaiwan khawatir dengan kasus tersebut karena beberapa pilot pergi ke bar dan restoran di Taiwan sebelum infeksi mereka terkonfirmasi, meningkatkan risiko penularan komunitas, meskipun belum ada kasus yang terkait dengan itu.

Hotel bandara telah dikosongkan dan sedang menjalani pembersihan menyeluruh.

Selanjutnya: Waspada! Gelombang Covid-19 yang eksplosif mengancam India dan dunia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

×