kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Filipina: Ratusan kapal nelayan China yang berlabuh merupakan tindakan provokatif


Selasa, 23 Maret 2021 / 04:30 WIB
Filipina: Ratusan kapal nelayan China yang berlabuh merupakan tindakan provokatif

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Terumbu karang, yang oleh Manila disebut Julian Felipe, adalah kawasan karang dangkal berbentuk bumerang sekitar 324 km di sebelah Barat Kota Bataraza, Provinsi Palawan di Filipina Barat.

Itu terletak di dalam zona ekonomi eksklusif, di mana Filipina "menikmati hak eksklusif untuk mengeksploitasi atau melestarikan sumber daya apa pun," sebut badan pengawas Pemerintah Filipina.

Selama beberapa dekade, China, Filipina, dan empat negara lain terjebak dalam kebuntuan teritorial yang tegang atas Laut China Selatan yang kaya sumber daya, jalur perdagangan internasional senilai US$ 5 triliun per tahun.

Armada penangkap ikan China telah lama mengikuti perintah Pemerintah Tiongkok untuk membantu Penjaga Pantai dan Angkatan Laut dalam menegaskan klaim maritim negara tersebut.

Mereka juga dituduh melakukan penangkapan ikan berlebihan dan merusak terumbu karang, didukung militer China yang telah membangun lapangan terbang dan pangkalan rudal di pulau-pulau buatan di Laut China Selatan.

Selanjutnya: Filipina: UU Penjaga Pantai China ancaman perang verbal ke negara mana pun!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×