kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.085   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Facebook bakal menghapus postingan menyesatkan terkait vaksin Covid-19


Selasa, 09 Februari 2021 / 20:20 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Facebook Inc mengatakan akan memperluas daftar klaim kesehatan palsu yang dilarang dari platform tersebut untuk memasukkan klaim yang tidak benar tentang vaksin secara umum, seperti racun atau menyebabkan autisme.

Perusahaan media sosial itu mengatakan dalam sebuah posting blog bahwa mereka meningkatkan jenis klaim palsu tentang virus corona dan vaksin, termasuk bahwa COVID-19 adalah virus buatan manusia, dan bahwa vaksin itu berbahaya. Klaim semacam itu sudah dilarang dalam iklan di platform.

Facebook mengatakan akan menghapus grup, halaman, dan akun yang berulang kali membagikan klaim yang ditolak. Perusahaan telah memperkenalkan kebijakan yang lebih ketat untuk memerangi kesalahan informasi vaksin COVID-19 selama pandemi.

Baca Juga: Kemkominfo: 104 Hoaks soal Covid-19 dibawa ke ranah hukum

Pada bulan Desember, Facebook mengumumkan akan menghapus klaim palsu tentang vaksin COVID-19 yang telah dibantah oleh ahli kesehatan masyarakat, meskipun dalam beberapa minggu terakhir laporan berita telah mengidentifikasi halaman Facebook, grup, dan akun Instagram yang masih menyebarkan klaim palsu ini.

Facebook juga mengatakan akan membantu pengguna mengetahui di mana dan kapan mereka dapat menerima vaksin virus corona.

Ini akan bermitra dengan Johns Hopkins dan AARP untuk menjangkau orang kulit hitam, Latinx, Penduduk Asli Amerika dan orang-orang berusia di atas 50 tahun dengan konten pendidikan yang membahas kekhawatiran yang mungkin dimiliki kelompok-kelompok itu tentang vaksin baru.

Selanjutnya: Apple mengungkap cara aplikasi diam-diam mengumpulkan data pengguna

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×