kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ekonomi China diprediksi melemah, bursa saham Asia ikut tertekan


Kamis, 16 September 2021 / 04:15 WIB
Ekonomi China diprediksi melemah, bursa saham Asia ikut tertekan

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Sebaliknya, perdagangan berjangka mengindikasikan pembukaan yang lebih stabil untuk pasar ekuitas di Eropa dan Amerika Serikat. Indeks saham Euro Stoxx 50 berjangka naik 0,08% dan FTSE berjangka 0,11% lebih tinggi.

Sementara itu, pasar juga tetap fokus pada rencana The Fed untuk mengurangi stimulus darurat besar-besaran. "Ada ketidakpastian di pasar saat ini karena investor menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan The Fed terkait  pengurangan jumlah pembelian aset mereka, yang tergantung pada keadaan pasar tenaga kerja dan situasi inflasi," kata CEO Eurizon Asset Management Sean Debow Asia. 

Debow mengatakan kejelasan yang lebih besar akan muncul pada keduanya dalam beberapa minggu mendatang, meskipun untuk saat ini pasar cepat bereaksi terhadap poin data apa pun tentang pekerjaan dan inflasi.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2021 membukukan kenaikan terkecil dalam enam bulan. Realisasi ini menunjukkan tingkat inflasi yang mungkin telah mencapai puncaknya, sejalan dengan keyakinan lama Ketua The Fed Jerome Powell bahwa inflasi yang tinggi bersifat sementara.

Selanjutnya: Baru sebulan menguasai Afghanistan, Taliban sudah dihantui krisis ekonomi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×