kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Ekonomi China diprediksi melemah, bursa saham Asia ikut tertekan


Kamis, 16 September 2021 / 04:15 WIB
Ekonomi China diprediksi melemah, bursa saham Asia ikut tertekan

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

Sebaliknya, perdagangan berjangka mengindikasikan pembukaan yang lebih stabil untuk pasar ekuitas di Eropa dan Amerika Serikat. Indeks saham Euro Stoxx 50 berjangka naik 0,08% dan FTSE berjangka 0,11% lebih tinggi.

Sementara itu, pasar juga tetap fokus pada rencana The Fed untuk mengurangi stimulus darurat besar-besaran. "Ada ketidakpastian di pasar saat ini karena investor menunggu untuk melihat apa yang akan dilakukan The Fed terkait  pengurangan jumlah pembelian aset mereka, yang tergantung pada keadaan pasar tenaga kerja dan situasi inflasi," kata CEO Eurizon Asset Management Sean Debow Asia. 

Debow mengatakan kejelasan yang lebih besar akan muncul pada keduanya dalam beberapa minggu mendatang, meskipun untuk saat ini pasar cepat bereaksi terhadap poin data apa pun tentang pekerjaan dan inflasi.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2021 membukukan kenaikan terkecil dalam enam bulan. Realisasi ini menunjukkan tingkat inflasi yang mungkin telah mencapai puncaknya, sejalan dengan keyakinan lama Ketua The Fed Jerome Powell bahwa inflasi yang tinggi bersifat sementara.

Selanjutnya: Baru sebulan menguasai Afghanistan, Taliban sudah dihantui krisis ekonomi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×