kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekonom Ramal BI Tetap Tahan Suku Bunga Meski Suku Bunga The Fed Mungkin Naik Lagi


Kamis, 15 Juni 2023 / 15:30 WIB
Ekonom Ramal BI Tetap Tahan Suku Bunga Meski Suku Bunga The Fed Mungkin Naik Lagi

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. The Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga kebijakan di level 5% hingga 5,25% dalam pertemuan Kamis (15/6) waktu setempat. 

Meski mempertahankan suku bunga kebijakan pada Juni 2023, bank sentral Amerika Serikat (AS) tersebut melempar sinyal ada kemungkinan dua kali kenaikan suku bunga acuan lagi. 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memandang, Bank Indonesia (BI) tentu akan merespons pandangan terbaru The Fed ini dengan sangat hati-hati. 

Namun, Faisal mengingatkan, pengaruh transmisi suku bunga kebijakan The Fed terhadap Indonesia akan semakin nyata lewat imbal hasil obligasi pemerintah.  Faisal tetap melihat, belum ada urgensi bagi BI untuk turut menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini. Terutama, bila imbal hasil obligasi terus menurun.

Baca Juga: Ekonom Ramal Neraca Transaksi Berjalan Berbalik Defisit pada 2023, Ini Penyebabnya

"Bila imbal hasil obligasi negara berdenominasi rupiah tenor 10 tahun terus menurun dan mendekati angka 6%, maka BI tidak perlu menaikkan suku bunga acuan," terang Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (15/6). 

Selain itu, sebenarnya arus modal asing terus masuk ke pasar obligasi maupun pasar saham Indonesia.  Plus, neraca perdagangan Indonesia tetap akan surplus, meski menyempit. Sehingga ini bisa mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. 

Di dalam negeri pun, tingkat inflasi Indonesia sudah kembali ke kisaran sasaran 2% hingga 4% YoY. Meski, berada di batas atas yaitu 4,00% YoY. Dengan kondisi tersebut, Faisal memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% hingga sisa tahun 2023. 

Namun, ia mengingatkan, penting bagi BI untuk tetap waspada akan perkembangan ekonomi global yang terus diwarnai ketidakpastian. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×