kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Duta Besar AS untuk PBB ke Taiwan, China: Amerika akan membayar mahal!


Sabtu, 09 Januari 2021 / 06:40 WIB
Duta Besar AS untuk PBB ke Taiwan, China: Amerika akan membayar mahal!

Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. China mengancam: Amerika Serikat akan membayar "harga mahal" jika Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kelly Craft tetap melaksanakan rencana perjalanan ke Taiwan.

"Amerika Serikat akan membayar mahal untuk tindakannya yang salah," kata Perwakilan China untuk PBB dalam pernyataan Kamis (7/1), seperti dikutip Channel News Asia.

"China sangat mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan provokasi gilanya, berhenti menciptakan kesulitan baru bagi hubungan China-AS, dan kerjasama kedua negara di PBB, dan berhenti melangkah lebih jauh di jalan yang salah," tegas China.

Masih di pernyataan yang sama, China "dengan tegas menentang" kunjungan itu dan menuntut AS membatalkan rencananya. Dan, mengulangi satu kebijakan China yang menyatakan Taiwan hanyalah satu provinsi di negeri tembok raksasa.

Baca Juga: China tegas menentang, siap merespons pertemuan militer AS dan Taiwan

Rencananya, Craft Taiwan pada 13 hingga 15 Januari nanti untuk pertemuan dengan sejumlah pejabat senior Taiwan, menurut Perwakilan AS untuk PBB pada Kamis (7/1), seperti dilansir Channel News Asia.

"Selama perjalanannya, Duta Besar akan memperkuat dukungan kuat dan berkelanjutan Pemerintah AS untuk ruang internasional Taiwan, sesuai dengan kebijakan satu China yang dipandu oleh Undang-Undang Hubungan Taiwan, tiga komunike bersama AS-China, dan Enam Jaminan ke Taiwan," sebut Perwakilan AS untuk PBB.

Kantor berita negara China Xinhua juga mengkritik perjalanan tersebut, dengan menyebutkan kehadiran Duta Besar AS untuk PBB di Taiwan akan melanggar kedaulatan Tiongkok.

Sejumlah pejabat tinggi AS mengunjungi Taiwan tahun lalu, meskipun mendapat tentangan dari Beijing, di tengah ketegangan AS-China atas perdagangan, keamanan, dan hak asasi manusia.

Selanjutnya: Ancaman militer China atas Taiwan selama 2020 yang tertinggi sejak krisis rudal 1996

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×