Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Kabar mengejutkan datang dari dunia kuliner internasional. Durian Musang King, varietas buah tropis premium asal Malaysia yang sangat populer di Asia, justru dinobatkan sebagai salah satu buah tropis dengan rating terburuk di dunia.
Berdasarkan rilis terbaru dari situs panduan kuliner dunia, Taste Atlas, buah yang terkenal dengan aroma menyengat dan harga selangit ini masuk dalam jajaran buah tropis yang paling tidak disukai oleh audiens global.
Karakteristik dan popularitas durian Musang King
Dalam ulasannya, Taste Atlas menggambarkan buah tropis ikonik ini berdasarkan ciri fisiknya yang mencolok.
"Buah ini berukuran besar dan memiliki kulit berduri yang khas," tulis Taste Atlas dalam deskripsinya, dikutip dari VN Express.
Saat ini, durian Musang King paling banyak dibudidayakan di Malaysia, khususnya di wilayah Pahang. Di pasar internasional, buah tropis ini sebenarnya sangat dipuji karena kualitasnya yang premium.
Selain di Malaysia, durian Musang King juga sangat digemari di berbagai negara Asia lainnya, terutama di Singapura dan China.
Masyarakat biasanya mengonsumsi buah ini secara langsung dalam kondisi segar, atau diolah menjadi berbagai hidangan penutup (dessert) populer seperti es krim, kue, hingga kue kering (pastries).
Untuk masa panennya sendiri, durian Musang King biasanya dipetik selama musim monsun barat daya di Malaysia, dengan puncak ketersediaan buah berkisar antara bulan Juni hingga Agustus.
Baca Juga: GOTO Hapus Skema GoRide Hemat Berbayar, Potongan Driver Ojol Jadi 8%
Metode penilaian Taste Atlas
Meski durian Musang King mencatatkan nilai yang buruk, posisi pertama buah tropis dengan rating terendah di dunia ditempati oleh wood apple atau kawista asal India.
Sementara itu, posisi kedua sebagai buah tropis terburuk ditempati oleh Anona da Madeira asal Portugal, sejenis buah sirsak atau srikaya yang penampilannya menyerupai sayur artichoke.
Pihak TasteAtlas menegaskan bahwa peringkat makanan ini didasarkan sepenuhnya pada penilaian dan rating dari audiens mereka.
Untuk menyaring data, platform ini menggunakan serangkaian mekanisme khusus yang mampu mengenali pengguna asli. Sistem tersebut juga diprogram untuk mengabaikan rating dari bot, sentimen nasionalis, maupun penilaian patriotik lokal.
Sebaliknya, sistem akan memberikan nilai tambahan pada peringkat yang diberikan oleh pengguna yang diidentifikasi memiliki pengetahuan luas tentang kuliner.
Untuk penyusunan daftar buah tropis yang paling tidak disukai ini, Taste Atlas mencatat ada total 2.582 data penilaian yang masuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.646 peringkat di antaranya diakui oleh sistem sebagai penilaian yang sah dan legitimatif.
Meskipun memicu perdebatan di kalangan pencinta durian, Taste Atlas menyatakan bahwa hasil ini bersifat dinamis dan subjektif berdasarkan preferensi pengguna global.
Taste Atlas menekankan bahwa peringkat yang mereka rilis tidak boleh dianggap sebagai kesimpulan global akhir tentang sebuah produk makanan atau buah-buahan.
Baca Juga: Ini Kabar Baik dari Bos GOTO untuk Driver Gojek, Apa Itu?













