kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Dua BUMN perikanan akan merger, berikut agenda bisnis dan target kinerjanya ke depan


Rabu, 10 Maret 2021 / 04:15 WIB

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Tendi Mahadi

Menurut Boyke, angka ini lebih tinggi dari proyeksi peningkatan konsumsi pangan berbahan daging. Rinciannya, konsumsi pangan daging unggas hanya tumbuh 0,8 kg per kapita sedangkan daging sapi 0,2 kg perkapita. 

Sebelumnya dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id (5/3), Direktur Utama PT Perikanan Nusantara, Farida Mokodompit menambahkan pihaknya mendukung proses merger ini.

Baca Juga: Waskita Karya (WSKT) akan merestrukturisasi utang dengan skema beda dari sebelumnya

“Dengan telah terlaksananya proses merger antara Perinus dan Perindo maka dapat mempercepat proses pembentukan holding BUMN Pangan,” tutur Farida dalam keterangan resmi, Jumat (5/3). 

Dengan adanya penggabungan dua BUMN Perikanan terbesar di Indonesia ini, Farida memprediksikan usaha perikanan di bidang penangkapan dan budidaya serta Perdagangan ikan dapat lebih maju. Hal ini lantaran Perinus memiliki historikal usaha bisnis penangkapan dan perdagangan ikan yang kuat sedangkan Perindo memiliki kekuatan di bidang budidaya ikan.

Farida menuturkan, prioritas kerja utama pasca penggabungan Perindo dan Perinus adalah revitalisasi dan perbaikan sarana dan prasarana produksi untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. 

Selanjutnya: Adhi Karya (ADHI) berencana mendivestasikan dua ruas tol

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×