kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.874   -61,00   -0,34%
  • IDX 5.841   -55,54   -0,94%
  • KOMPAS100 757   -7,54   -0,99%
  • LQ45 577   -6,43   -1,10%
  • ISSI 202   -0,99   -0,49%
  • IDX30 328   -3,52   -1,06%
  • IDXHIDIV20 404   -3,95   -0,97%
  • IDX80 86   -0,83   -0,96%
  • IDXV30 109   -0,66   -0,60%
  • IDXQ30 106   -1,13   -1,06%

Dipimpin Shandong, kelompok kapal perang China berlayar ke Laut Cina Selatan


Selasa, 22 Desember 2020 / 10:18 WIB

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Sejumlah kapal induk tempur China telah berlayar melalui Selat Taiwan dalam perjalanan untuk latihan rutin di Laut China Selatan. Kali ini, kelompok tersebut dipimpin oleh kapal induk terbaru China, Shandong.

Hal tersebut diungkapkan oleh angkatan laut China pada hari Senin (21/12/2020), setelah Taiwan mengerahkan pasukannya untuk memantau perjalanan.

Reuters memberitakan, meskipun ini bukan pertama kalinya operator China melewati wilayah dekat Taiwan, namun hal itu terjadi pada saat ketegangan yang meningkat antara Taipei dan Beijing, yang mengklaim pulau yang diperintah secara demokratis itu sebagai wilayahnya.

Asal tahu saja, kelompok kapal induk Shandong berlayar melalui Selat Taiwan sehari setelah kapal perang AS transit di jalur air yang sama. Militer China mengatakan membuntuti kapal AS tersebut.

Angkatan Laut China mengatakan, Shandong dan kapal-kapal yang menyertainya "dengan lancar" melintasi Selat Taiwan yang sensitif dan sempit pada Minggu, menuju latihan di Laut China Selatan, di mana China memiliki keuntungan teritorial yang luas dan disengketakan.

Baca Juga: Perang AS-China bisa meletus di Laut China Selatan, ini sebabnya

"Latihan itu adalah bagian dari pengaturan normal yang dibuat sesuai dengan rencana tahunan," katanya. "Ke depan, kami akan terus menyelenggarakan operasi serupa berdasarkan kebutuhan pelatihan."

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, Shandong ditemani oleh empat kapal perang dan telah berangkat dari pelabuhan Dalian di China utara pada hari Kamis. Sebagai respons atas hal tersebut, Taiwan mengirim enam kapal perang dan delapan pesawat angkatan udara untuk "berjaga" dan memantau pergerakan kapal China.

Baca Juga: Anggaran militer Jepang melonjak hampir US$ 52 miliar, ini daftar belanjanya

Shandong adalah kapal induk kedua China, dan secara resmi ditugaskan hampir setahun yang lalu.

Sejak saat itu, menurut angkatan laut China, Shandong telah berhasil menyelesaikan tugas-tugas seperti lepas landas dan pendaratan pesawat berbasis kapal induk serta penggunaan senjatanya.

Baca Juga: Ketegangan AS-China yang panas di Laut China Selatan bisa meningkat menjadi perang

"Kemampuan tempur dari sistem formasi terus ditingkatkan dalam pelatihan eksperimental," tambahnya, mengacu pada kelompok kapal perang yang menyertai Shandong.

China telah bekerja untuk mengasah operasi kapal induknya, tetapi memiliki sedikit pengalaman dibandingkan dengan Amerika Serikat, yang telah mengoperasikan kelompok tempur kapal induk terintegrasi dengan banyak kapal selama beberapa dekade.

Selanjutnya: Punya kemampuan anti-kapal selam, Korea Selatan boyong 12 helikopter MH-60R Seahawk

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Inventory Management: From Chaos to Control

×