Dari infrastruktur hingga EBT, ini sektor yang investasinya diprioritaskan pemerintah

Kamis, 04 Februari 2021 | 08:40 WIB   Reporter: Yusuf Imam Santoso
Dari infrastruktur hingga EBT, ini sektor yang investasinya diprioritaskan pemerintah


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan untuk mendongkrak investasi di tahun ini, pemerintah mengatur strategi ada empat sektor yang menjadi prioritas.

Pertama, industri pada karya yang berorientasi ekspor antara lain farmasi dan alat kesehatan, otomotif, dan elektronik. Kedua, industri energi baru dan terbarukan. Ketiga, infrastruktur. Keempat, pertambangan yang menciptakan nilai tambah. 

“Sektor alat kesehatan misalnya ke depan ini potensinya besar, obat dan bahan baku kita 80%-90% impor sebelumnya, kalau tidak ada Covid kita tidak tau kelemahan kita, sekarang kita dorong industri kita mandiri,” kata Bahlil dalam acara Mandiri Investment Forum-Macro Day, Rabu (3/2).

Baca Juga: Dirut Mandiri beberkan alasan mengapa Indonesia lebih menarik jadi tujuan investasi

Dari sisi industri pertambangan, Bahlil mengatakan pemerintah saat ini tengah membangun ekosistem nikel sebagai bahan baku baterai mobil listrik. Makanya, sejak tahun lalu ekspor ore nikel dilarang. Tujuannya untuk menciptakan nilai tambah.

Kata Bahlil, nikel merupakan tambang masa depan. Hampir di seluruh dunia mengusung green energy seperti Uni Eropa (UE), China, dan Amerika Serikat (AS). Salah satu, implementasinya yakni dengan kemunculan mobil listrik. 

Dalam hal ini, Bahlil menyampaikan 23,7% cadangan nikel di dunia berada di Indonesia. Alias yang terbanyak di dunia. Sementara, bahan baku mobil listrik lainnya seperti mangan, cobalt, dan aluminium juga bisa didapat di dalam negeri. 

Setali tiga uang, Bahlil mengatakan nikel dapat menjadi menggantikan peran ekspor komoditas andalan Indonesia saat ini seperti kayu, batubara, dan emas. Bahkan efek jangka panjangnya, dengan industrialisasi hulu ke hilir industri mobil listrik, dapat memperbaiki neraca perdagangan Indonesia, karena bakal mengurangi impor migas. 

“Ini adalah momentum yang harus dijemput Indonesia keluar jadi pemain yang disegani di dunia,” ujar Bahlil.

Baca Juga: Cukai naik setiap tahun, harga rokok tetap terjangkau

Bahlil menyampaikan tahun ini ada empat perusahaan yang berencana mengembangkan atau membangun pabrik di Indonesia. Pertama, LG Energy Solution Ltd dengan nilai investasi sebesar US$ 9,8 miliar untuk membangun industri baterai terintegrasi.

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru