Credit Suisse Sedang Mencari Investor untuk Mendapatkan Dana Segar

Sabtu, 24 September 2022 | 04:55 WIB Sumber: Reuters
Credit Suisse Sedang Mencari Investor untuk Mendapatkan Dana Segar


KONTAN.CO.ID -  ZURICH. Credit Suisse dikabarkan tengah mencari investor untuk memperoleh uang segar, kata dua orang sumber yang mengetahui hal tersebut. Mereka mengatakan Credit Suisse telah mendekati mereka sampai empat kali dalam kurun waktu tujuh tahun.

Sejumlah investor mengatakan, bank terbesar kedua di Swiss ini dalam beberapa pekan terakhir mulai berbicara dengan investor tentang langkah tersebut. Berbagai skenario sedang dibahas untuk bank investasi tersebut, termasuk opsi paling drastis agar keluar dari pasar Amerika Serikat.

Tidak jelas seberapa tinggi minat investor tertarik pada tawaran bank terbesar kedua di Swiss tersebut. 

Sejauh ini, Credit Suisse tengah berjuang setelah serangkaian skandal. Credit Suisse telah berhasil mengumpulkan hampir 12 miliar franc (US$ 12,22 miliar) modal sejak 2015 - hampir setara dengan nilai pasar saat ini.

Baca Juga: Credit Suisse: Jumlah Miliarder China bakal Berlipat Ganda pada 2026

Sumber tersebut mengatakan sejauh ini tidak ada keputusan yang dibuat, dan tidak merinci berapa banyak uang tunai yang akan dikumpulkan oleh bank tersebut.

Saham Credit Suisse turun 8,3% pada awal perdagangan pada hari Jumat, mencapai level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Seorang juru bicara Credit Suisse mengatakan: "Kami telah mengatakan bahwa kami akan memperbarui kemajuan pada tinjauan strategi komprehensif kami ketika kami mengumumkan pendapatan kuartal ketiga kami. Akan terlalu dini untuk mengomentari hasil potensial sebelum itu."

Juru bicara itu menambahkan: "Credit Suisse tidak keluar dari pasar AS."

Di luar bank investasi, operasi Credit Suisse di Amerika Serikat mencakup manajemen aset.

Baca Juga: Akuisisi Saham Mitra Lokal, Credit Suisse Akan Miliki Sendiri Sekuritas di China

Bloomberg secara terpisah melaporkan bahwa Credit Suisse sedang mempertimbangkan penjualan bisnis LatAm Wealth-nya tidak termasuk Brasil.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru