Global

China tambah kemampuan militer, Laut China Selatan bisa jadi tempat perang berikutnya

Senin, 22 Februari 2021 | 10:53 WIB Sumber: Express.co.uk
China tambah kemampuan militer, Laut China Selatan bisa jadi tempat perang berikutnya

ILUSTRASI. Laut China Selatan bisa menjadi tempat perselisihan lebih lanjut di kawasan regional. Foto: Spesialis Komunikasi Massa Kelas 2 Markus Castaneda/Armada Ketujuh Angkatan Laut AS

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Laut China Selatan bisa menjadi tempat perselisihan atau peperangan lebih lanjut di kawasan regional. Gara-garanya, China saat ini telah meluncurkan kembali upaya untuk menambah kemampuan militernya.

Express.co.uk memberitakan, Laut China Selatan telah menjadi pusat perselisihan internasional antara China dan beberapa negara lain di kawasan Pasifik Barat selama beberapa dekade.

Beijing mengadopsi sikap yang semakin konfrontatif untuk mempertahankan klaim kedaulatannya, yang berulang kali memicu ketakutan akan bentrokan internasional. Sebab, AS memainkan peran penting sebagai sekutu di kawasan tersebut. 

China pada minggu lalu semakin menambah kekhawatiran akan pecahnya konflik setelah citra satelit menunjukkan senjata buatan Mischief Reef sekarang dilengkapi dengan kemampuan militer tambahan.

Baca Juga: Dua hari berturut-turut China terbang di sekitar zona pertahanan Taiwan

Saat ditanya tentang kegiatan Beijing baru-baru ini, pakar politik internasional Dr Jay Batongbacal mengatakan kepada ANC, China pada dasarnya menambahkan peralatan lensa survei, seperti radar, yang sejak awal sudah banyak ditanam terumbu karang.

"Penambahan radar baru tampaknya menunjukkan bahwa mereka benar-benar memperluas kemampuan pulau buatan ini," jelasnya seperti yang dilansir Express.co.uk.

Baca Juga: Taiwan ganti menteri pertahanan, bertugas merencanakan perang asimetris versus China

Dia menambahkan, "Dan kemudian fakta itu terus berlanjut meskipun semua yang telah terjadi di seluruh dunia, itu benar-benar menunjukkan niat China untuk benar-benar mengembangkan pulau-pulau buatan ini menjadi pangkalan militer besar-besaran."

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Terbaru