kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

China semakin tegas di Laut China Selatan, Filipina lanjutkan perjanjian militer AS


Kamis, 11 Februari 2021 / 21:26 WIB
ILUSTRASI. Kapal perusak berpeluru kendali USS John S. McCain, Jumat (5/2), transit melalui Laut China Selatan, persisnya di Kepulauan Paracel, sambil melakukan operasi rutin. Foto: Spesialis Komunikasi Massa Kelas 2 Markus Castaneda/Armada Ketujuh Angkatan Laut AS

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MANILA. Filipina ingin mempertahankan Perjanjian Kunjungan Pasukan (VFA) dengan Amerika Serikat, ketika pejabat pertahanan kedua negara bertemu untuk menyelesaikan perbedaan atas pakta yang jadi inti strategi Washington di Asia.

Pertemuan Kamis (11/2) di Manila antara pejabat AS dan Filipina setelah Presiden Rodrigo Duterte secara sepihak membatalkan VFA yang telah berusia dua dekade pada tahun lalu, sebagai respons atas penolakan Amerika atas visanya.

Namun, periode penarikan VFA telah Manila perpanjang dua kali, untuk menciptakan apa yang pejabat Filipina katakan sebagai jendela untuk kesepakatan yang lebih baik.

"Kami di Departemen Pertahanan dan Angkatan Bersenjata, perasaan umumnya adalah agar VFA terus berlanjut," kata Menteri Pertahanan Filipia Delfin Lorenzana kepada saluran berita ANC, seperti dikutip Reuters.

Bendera Filipina berkibar di bekas kapal perang Angkatan Laut Filipina
Bendera Filipina berkibar di bekas kapal perang Angkatan Laut Filipina

Baca Juga: China makin tegas di Laut China Selatan, Filipina dan AS bahas perjanjian pasukan

Pertemuan tersebut adalah yang pertama di bawah Pemerintahan Presiden Joe Biden, yang telah menegaskan kembali aliansi tersebut dalam menghadapi ketegasan China yang meningkat di Laut China Selatan.

Meningkatkan kemampuan pasukan Filipina

Lorenzana menyatakan, VFA, yang menetapkan aturan untuk tentara AS yang beroperasi di Filipina, sangat penting dalam meningkatkan kemampuan pasukan Filipina yang kekurangan sumber daya melalui serangkaian latihan tahunan bersama.

Penekanan kepentingan AS juga datang dari Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin selama pembicaraan melalui  telepon dengan Lorenzana pada Rabu (10/2).

Baca Juga: China makin tegas di Senkaku, Amerika siap bela Jepang jika diserang



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×