China: Kami tidak pernah tolerir upaya kemerdekaan Taiwan oleh pasukan asing!

Rabu, 16 Juni 2021 | 18:20 WIB Sumber: Reuters
China: Kami tidak pernah tolerir upaya kemerdekaan Taiwan oleh pasukan asing!

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China pada Rabu (16 Juni) menyatakan, tidak mentolerir campur tangan pasukan asing dalam masalah Taiwan dan harus membuat tanggapan keras terhadap tindakan "kolusi" seperti itu.

Pernyataan itu muncul setelah Taiwan melaporkan serangan udara terbesar China hingga saat ini.

Dua puluh delapan pesawat Angkatan Udara China, termasuk jet tempur dan pembom berkemampuan nuklir, memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan pada Selasa (15 Juni).

Insiden itu terjadi setelah para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) mengeluarkan pernyataan bersama pada Minggu (13 Juni) yang memarahi China atas serangkaian masalah serta menggarisbawahi pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

China mengutuk pernyataan bersama pemimpin G7 itu dan menyebutnya sebagai "fitnah".

Baca Juga: Serangan terbesar, 28 pesawat tempur China terbang di zona pertahanan Taiwan

Ditanya pada konferensi pers apakah kegiatan militer di Taiwan tersebut terkait dengan pernyataan G7, Ma Xiaoguang, juru bicara Kantor Urusan Taiwan China, mengatakan, Pemerintah Taiwan yang harus disalahkan atas ketegangan tersebut. 

Beijing percaya, pemerintah pulau itu bekerja dengan negara-negara asing untuk mencari kemerdekaan formal.

"Kami tidak akan pernah mentolerir upaya untuk mencari kemerdekaan atau intervensi serampangan dalam masalah Taiwan oleh pasukan asing, jadi kami perlu membuat tanggapan yang kuat terhadap tindakan kolusi ini," tegas Ma, seperti dikutip Reuters.

Kirim pesan ke Amerika Serikat

Taiwan telah mengeluh selama beberapa bulan terakhir tentang misi berulang dari Angkatan Udara China di dekat pulau itu, yang terkonsentrasi di bagian Barat Daya zona pertahanan udaranya di dekat Kepulauan Pratas yang dikuasai Taipe.

Namun, kali ini pesawat militer China tidak hanya terbang di daerah yang dekat dengan Kepulauan Pratas, juga di sekitar bagian Selatan Taiwan di dekat ujung bawah pulau itu, menurut Kementerian Pertahanan Taiwan.

Baca Juga: China: Kunjungan senator AS ke Taiwan adalah provokasi politik yang sangat keji

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru