kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.149   56,00   0,31%
  • IDX 4.945   -85,52   -1,70%
  • KOMPAS100 636   -11,50   -1,77%
  • LQ45 507   -7,00   -1,36%
  • ISSI 162   -3,61   -2,17%
  • IDX30 286   -3,58   -1,24%
  • IDXHIDIV20 385   -3,69   -0,95%
  • IDX80 74   -1,25   -1,66%
  • IDXV30 107   -1,38   -1,27%
  • IDXQ30 96   -1,08   -1,11%

China dan India terancam krisis energi, begini prospek harga batubara ke depan


Rabu, 06 Oktober 2021 / 16:45 WIB

Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

India juga berisiko mengalami pemadaman listrik massal yang disebabkan terendamnya tambang batubara akibat hujan lebat. Curah hujan yang tinggi juga  menghambat jalan menuju lokasi pertambangan, sehingga memperlambat produksi batubara India.

Pada Juli 2021, cadangan batubara di India turun signifikan sebesar 38% secara bulanan menjadi 9,2 juta ton.

Angka tersebut merupakan tingkat cadangan batubara terendah dalam tiga tahun terakhir. Hal ini tentunya akan menjadi pendorong kenaikan permintaan batubara di tengah meningkatnya penggunaan listrik di India dari 10% menjadi 18% pada Agustus 2021.

MNC Sekuritas menyematkan rating overweight untuk sektor batubara. Rating overweight disematkan dengan beberapa pertimbangan, yakni permintaan batubara yang masih bertumbuh, kenaikan harga gas alam, serta meningkatnya permintaan jelang musim dingin membuat saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebagai pilihan utama (top picks) di sektor ini.

Selanjutnya: Tersulut harga komoditas, kinerja emiten tambang BUMN diproyeksi membaik tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×