kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

China akan kenakan tindakan anti-dumping sementara terhadap wine asal Australia


Jumat, 27 November 2020 / 19:00 WIB

Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BEIJING / SYDNEY. Australia dengan tegas menanggapi China yang memberlakukan tarif anti-dumping pada produk wine asal Negeri kangguru tersebut. China akan memberlakukan tarif anti-dumping sementara dari 107,1% menjadi 212,1% untuk anggur yang diimpor dari Australia mulai 28 November, kata Kementerian Perdagangan China pada hari Jumat.

Menteri perdagangan Australia Simon Birmingham mengatakan tarif itu tidak dapat dibenarkan dan itu menyedihkan bagi ratusan produsen anggur karena akan membuat banyak bisnis tidak dapat bertahan. China mengambil 37 persen dari total ekspor anggur Australia, senilai AU $ 2,9 miliar, kata pemerintah.

Minggu lalu China menguraikan daftar keluhan tentang investasi asing Australia, keamanan nasional, dan kebijakan hak asasi manusia, dengan mengatakan Canberra perlu memperbaiki tindakannya untuk memulihkan hubungan bilateral dengan mitra dagang terbesarnya.

Baca Juga: Setoran Cukai Minuman Beralkohol Tekor, Simak Penyebabnya

“Komentar China baru-baru ini memberikan persepsi bahwa ini lebih tentang keluhan mereka seputar masalah itu, daripada kenyataannya seputar kesalahan industri apa pun,” kata menteri pertanian Australia David Littleproud kepada media pada hari Jumat.

Dia menambahkan, "Itu tidak membuat para eksportir Australia khawatir, kebijakan itu mengkhawatirkan eksportir dari seluruh dunia."

China memulai penyelidikan anti-dumping pada bulan Agustus atas permintaan Asosiasi Minuman Beralkohol China, tetapi di Canberra keputusan awal untuk memberlakukan tarif dipandang sebagai bagian dari pola tindakan perdagangan yang menghukum sejak Australia menyerukan penyelidikan independen tentang asal-usul virus corona.

Birmingham menunjuk pada "dampak kumulatif dari sanksi perdagangan China terhadap sejumlah industri Australia" dan mengatakan jika itu adalah tanggapan terhadap faktor-faktor lain, ini akan "sepenuhnya tidak sesuai dengan komitmen yang telah diberikan China" kepada Organisasi Perdagangan Dunia.

Selanjutnya: Lewati jutaan ranjau dan kawat berduri, pesenam ini berhasil kabur dari Korea Utara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×