kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Chatib Basri: Besaran BLT idealnya ditambah jadi Rp 1 juta per rumah tangga


Kamis, 28 Januari 2021 / 07:40 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

Ia pun menghitung. Bila merujuk ke definisi aspiring middle class versi Bank Dunia, tercatat sekitar 120 juta hingga 140 juta orang ada dalam kelompok ini. Anggap saja satu keluarga berisi 3 sampai 4 orang, maka akan ada sekitar 30 juta hingga 40 juta keluarga. 

“Kalau misal Rp 1 juta tadi dikali 30 juta keluarga, maka kita butuh Rp 30 triliun sebulan. Nah, berapa lama? Katakanlah setahun, maka kita butuh Rp 360 triliun. Kan tadi total perlindungan sosial juga sekitar Rp 500 triliun. Itu idealnya,” tambahnya. 

Baca Juga: Sri Mulyani sebut APBN 2020 mampu jaga kontraksi perekonomian RI akibat Covid-19

Namun, Chatib sadar kalau pemerintah ini tidak bisa seenaknya dalam mengubah peraturan dan mengambil langkah karena terikat dengan birokrasi dan Undang-Undang. Belum lagi, ada masalah terkait data masyarakat yang belum tentu lengkap. 

“Jadi memang kita harus realistis. Namun, tetap yang penting pemerintah juga harus memperhatikan aspek kesehatan karena kunci utama dalam pemulihan ekonomi kita adalah kesehatan,” tandasnya. 

Selanjutnya: Jokowi yakin dewan pengawas INA bisa gaet investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×