Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Faktor kenaikan harga
Kenaikan harga LPG tersebut tidak terlepas dari lonjakan harga minyak global. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut mengganggu distribusi energi dunia, termasuk jalur Selat Hormuz yang menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan minyak global.
Serangan terhadap fasilitas energi di Timur Tengah juga memperburuk pasokan, sehingga mendorong kenaikan harga.
Selain itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa LPG 12 kg merupakan elpiji nonsubsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat mampu.
“Saya mau tanya, kalau nonsubsidi itu untuk orang kaya atau untuk orang susah? Orang mampu kan,” ujar Bahlil, dilansir dari Kompas.com, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan, negara tetap hadir untuk seluruh rakyat, namun bantuan energi diprioritaskan bagi kelompok kurang mampu.
“Negara itu hadir untuk membantu semua rakyat, tetapi prioritasnya itu adalah kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu. Kalau yang mampu, ya harusnya dia berkontribusi,” kata dia.
Selain itu, apabila harga di pasar dunia mengalami penurunan, Bahlil mengatakan tidak menutup kemungkinan harga LPG nonsubsidi juga akan ikut turun.
LPG 3 kilogram tidak naik
Bahlil juga menjamin harga LPG 3 kg atau LPG bersubsidi tidak naik, sekaligus menyampaikan stok LPG bersubsidi tersebut masih terjaga di atas standar minimum nasional.
“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan, flat,” ujar Bahlil, dilansir dari Antara, Senin (20/4/2026).
Sebagaimana Pertalite dan Biosolar, Bahlil menyampaikan pemerintah juga menahan harga LPG 3 kg.
Sejak pemerintah menerapkan program LPG 3 kg pada 2007, pemerintah belum pernah menaikkan harga LPG 3 kg hingga saat ini.
Tonton: Selat Hormuz Ditutup Lagi! Harga Minyak Dunia Langsung Melejit Lebih dari 7%
“Yang ada, (harga) itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Itu yang mau saya tata untuk betul-betul subsidi itu yang menerima adalah yang berhak,” ucap Bahlil.
Pada Februari 2025, Bahlil sempat mengupayakan penataan distribusi LPG 3 kg agar tepat sasaran dengan menghapus pengecer. Akan tetapi, langkah tersebut justru menyebabkan antrean panjang pembelian LPG 3 kg.
Sebagai gantinya, Bahlil mengajak pengecer untuk mendaftarkan diri sebagai subpangkalan, sehingga tidak terjadi lonjakan harga LPG 3 kg di tingkat pengecer dan masyarakat yang membeli pun merupakan masyarakat yang berhak.
(Fatimah Az Zahra, Tri Indriawati)
Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/04/21/073000265/daftar-harga-lpg-12-kg-dan-5-5-kg-terbaru-di-seluruh-provinsi-usai-naik?page=1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













