kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.836   17,00   0,10%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Buah Durian Tengah Naik Daun di China, Ini Sebabnya


Jumat, 14 Juli 2023 / 12:11 WIB
ILUSTRASI. Durian, buah tropis dari Asia Tenggara, kini semakin populer di China. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

“Durian adalah komoditas panas di kalangan anak muda kota kecil. Di kafe ada kue lapis durian, durian mentah, dan santan,” tambah Ma Qian.

“Kami suka membeli satu durian sebulan untuk dibagikan kepada keluarga kami, terkadang 40 yuan sekilo, terkadang 60 yuan sekilo," ceritanya.

“Sekarang orang suka membicarakan durian yang bagus itu batangnya tebal, bentuknya bulat dan durinya pendek. Mengenai dari negara mana asalnya, kami sepertinya tidak terlalu peduli,” tambahnya.

Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina - semuanya anggota RCEP - adalah pemasok utama durian ke China.

Investor Tiongkok yang ambisius dan optimis kini menyerbu pasar, mulai dari mengontrak kebun di Vietnam dan Thailand hingga membangun layanan rantai logistik dan platform e-niaga.

Baca Juga: 5 Manfaat Bengkuang Untuk Kesehatan Jika Diolah Dengan Benar

Terlepas dari kontrol impor yang sangat ketat sebagai bagian dari kebijakan nol-Covid Beijing selama pandemi virus corona, China mengimpor sekitar empat kali lebih banyak durian segar pada tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2017, sehingga nilai totalnya menjadi lebih dari US$ 4 miliar.

Dan menurut data bea cukai China, nilai impornya pada kuartal pertama 2023 melonjak lebih dari 150 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×