BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Banten yang Juga Mengguncang Jakarta

Sabtu, 15 Januari 2022 | 10:43 WIB Sumber: Kompas.com
BMKG Jelaskan Penyebab Gempa Banten yang Juga Mengguncang Jakarta

ILUSTRASI. Kepala BMKG, Dwikorota Karnawati menjelaskan gempa terjadi akibat aktivitas lempeng di selatan Jawa. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Inilah penjelasan yang dirilis Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait gempa bumi Magnitudo 6,6 yang terjadi di Pandeglang, Banten. 

Penjelasan ini disampaikan melalui konferensi pers yang disiarkan secara langsung dalam kanal YouTube Info BMKG, Jumat (14/1/2022). 

Kepala BMKG, Dwikorota Karnawati menjelaskan gempa terjadi akibat aktivitas lempeng di selatan Jawa. 

"Gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia, atau tepatnya ke bawah Pulau Jawa yang terus-menerus hingga Nusa Tenggara," jelas Dwikorita. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik, atau akibat patahan naik," lanjut dia. 

Sementara berdasarkan pemodelan tsunami, Dwikorita nenegaskan gempa ini tidak menyebabkan potensi terjadinya tsunami. 

Baca Juga: BMKG Catat Gempa Susulan di Banten Magnitudo 5,7, Terasa di Lampung dan Tangerang

Namun, Dwikorita menjelaskan lokasi gempa yang ada di kawasan Selat Sunda memang menjadi salah satu lokasi yang memiliki sejarah gempa dan tsunami sejak ratusan tahun yang lalu. 

"Total kami mencatat ada 8 kejadian gempa dan/atau tsunami yang pernah terjadi sebelumnya sejak tahun 1851," ujar dia. 

Gempa yang terjadi di 52 km arah Barat Daya Sumur, Banten ini memiliki kedalaman 40 km, sehingga dampak guncangan dirasakan di wilayah yang cukup luas. Meliputi Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. 

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,7 Banten, BNPB: Rumah Warga Pandeglang Mengalami Kerusakan

Berdasarkan data yang dipaparkan Dwikorita, berikut ini daerah yang terdampak oleh gempa yang terjadi pada pukul 16.05 WIB: Cikeusik dan Panimbang guncangan dirasakan dengan kekuatan VI pada Skala MMI. 

Di tingkat ini, getaran dirasakan oleh seluruh penduduk dan kebanyakan dari mereka terkejut kemudian lari keluar. Labuan dan Sumur guncangan dirasakan dengan kekuatan IV Skala MMI. 

Di daerah tersebut, bila gempa terjadi pada siang hari dirasakan oleh orang banyak yang ada di dalam rumah. Tangsel, Lembang, Kota Bogor, Pelabuhan Ratu, Kalianda, Bandar Lampung, III-IV MMI. 

Kondisi getaran terasa sama dengan kekuatan yang terjadi pada IV Skala MMI. Anyer kekuatan III Skala MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan -akan truk berlalu. Jakarta, Kota tangerang, Ciracas, Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bogor, Kotabumi, kekuatan II-III Skala MMI. 

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Banten, BMKG Ingatkan Potensi Lindu Susulan

Sama, dengan kekuatan di tingkat ini, getaran juga dirasakan sebagaimana getaran yang ditimbulkan oleh truk yang berlalu. Hingga saat ini sejumlah kerusakan pada rumah warga sudah dilaporkan. 

Dampak kerusakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pada Jumat (14/1/2022) petang, kerusakan terjadi di antaranya pada beberapa rumah warga yang ada di Kecamatan Sumur dan Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang. 

Sementara itu, hingga pukul 17 20 WIB, gempa susulan disebutkan sudah terjadi sebanyak 5 kali dengan kekuatan terbesae M 5,7. 
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak termakan isu yabg beredar yang berasal dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. 

"Juga dimohon agar menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa," sebut Dwikorita.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG Ungkap Penyebab Gempa Banten M 6,6"
Penulis : Luthfia Ayu Azanella
Editor : Rendika Ferri Kurniawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru