kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.282   149,86   1,84%
  • KOMPAS100 1.170   24,04   2,10%
  • LQ45 840   11,01   1,33%
  • ISSI 296   7,37   2,56%
  • IDX30 435   3,95   0,92%
  • IDXHIDIV20 518   -0,19   -0,04%
  • IDX80 131   2,50   1,95%
  • IDXV30 143   1,39   0,98%
  • IDXQ30 140   0,04   0,03%

Bisnis Fintech Bakal Kena Pajak, Begini Respons Pemainnya


Kamis, 07 April 2022 / 09:30 WIB
Bisnis Fintech Bakal Kena Pajak, Begini Respons Pemainnya

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

Tak hanya fintech lending, PMK terbaru juga mengatur bahwa fintech seperti dompet digital juga akan dikenakan PPN 11% atas jasa mereka. Kasubdit Peraturan PPN Perdagangan, Jasa, dan PTLL Bonarsius Sipayung mencontohkan bahwa PPN tersebut bisa diberlakukan untuk layanan top up seperti biaya admin.

“Misalnya untuk konteks layanan top up-nya ada biaya misalnya Rp 1.500, yang dikenakan PPN adalah 11% dari transaksi dari 1.500 tersebut. Bukan nilai yang di top up,” ujar Bonarsius.

Menanggapi aturan tersebut, Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit memastikan bahwa dengan adanya aturan PPN tersebut tidak akan merubah layanan apapun yang dirasa bakal memberatkan konsumen, misalnya dengan menaikkan biaya admin untuk top up.

“Saat ini layanan OVO tidak ada perubahan, jika ada maka ada disampaikan sebelumnya,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×