kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Berkongsi, 6 negara Eropa bangun rudal pencegat 5 kali kecepatan suara


Rabu, 02 Desember 2020 / 13:06 WIB
Berkongsi, 6 negara Eropa bangun rudal pencegat 5 kali kecepatan suara
ILUSTRASI. Uji coba rudal hipersonik Tsirkon dari kapal fregat Admiral Gorshkov Armada Utara Rusia di laut Putih, 6 Oktober 2020.

Sumber: Defense News | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - COLOGNE. Bertujuan untuk mencegat rudal hipersonik generasi baru, Jerman bergabung dengan proyek sistem pertahanan udara yang mendapat dukungan Uni Eropa. 

Dengan dorongan Prancis, Jerman mengubah statusnya dari negara pengamat menjadi negara peserta dalam proyek bertajuk TWISTER, juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan kepada Defense News, Senin (30/11).

TWISTER singkatan dari Timely Warning and Interception with Space-Based Theater Surveillance, Peringatan dan Intersepsi Tepat Waktu dengan Pengawasan Teater Berbasis Ruang. 

Uni Eropa memasukkan TWISTER dalam daftar proyek November 2019 di bawah skema Kerjasama Struktur Permanen atau Pesco.

Baca Juga: Kekuatan militernya meningkat, NATO: China bukan lagi mitra dagang yang ramah

Rudal pencegat berkecepatan lebih dari Mach 5

Proyek ini bertujuan untuk membangun jaringan sensor peringatan dini berbasis ruang angkasa dan sebuah pencegat yang bergerak dengan kecepatan lebih dari Mach 5 pada ketinggian hingga 100 kilometer pada 2030. 

Pembuat rudal MBDA Deutschland, yang mengklaim bagian interseptor dari rencana tersebut, mengungkapkan rencana Proyek TWISTER.

"Tujuan TWISTER selaras dengan kepentingan Jerman," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Jerman yang menambahkan, upaya penelitian pelengkap di bawah naungan Program Pengembangan Industri Pertahanan Eropa bisa membantu meningkatkan proyek tersebut.

Jerman awalnya absen dari proyek di bawah pimpinan Prancis itu, yang melibatkan Finlandia, Belanda, Italia, dan Spanyol. Hanya dalam beberapa minggu terakhir, bendera Jerman muncul berdampingan dengan negara lain di Pesco.

Baca Juga: Kapal selam nuklir Rusia luncurkan rudal jelajah dalam uji coba terbaru



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

×