kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -16.000   -0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Beijing: Reunifikasi Taiwan dan China tak akan akan dihentikan oleh kekuatan apa pun


Selasa, 20 April 2021 / 11:00 WIB
Beijing: Reunifikasi Taiwan dan China tak akan akan dihentikan oleh kekuatan apa pun

Sumber: Global Times | Editor: S.S. Kurniawan

Terakhir kali, Jepang dan AS menyebut Taiwan dalam pernyataan semacam itu pada 1969 silam, setelah pertemuan puncak antara Perdana Menteri Jepang Sato Eisaku dan Presiden AS Richard Nixon. 

Itu terjadi sebelum kedua negara menormalisasi hubungan diplomatik dengan China pada 1970-an.

Penyebutan Taiwan secara langsung dianggap sebagai gangguan parah dalam urusan dalam negeri China, sekaligus mengirimkan sinyal bahwa Jepang dan AS sedang mencoba untuk menantang kemungkinan langkah Beijing untuk reunifikasi.

Le menegaskan, prinsip satu-China adalah garis merah China dan tidak ada yang harus mencoba untuk melewatinya, baik tingkat rendah ataupun tinggi. Keterlibatan resmi adalah apa yang dengan tegas ditentang oleh China.

"Pertanyaan Taiwan berkaitan dengan kepentingan inti China. Tidak ada ruang untuk kompromi," ujar dia.

Selanjutnya: China beri peringatakan keras ke AS: Jangan bermain api di Taiwan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

×