kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Begini Tanggapan Ekonom Hingga Politisi Soal Hembusan Isu Reshuffle


Senin, 13 Juni 2022 / 04:15 WIB

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

Pun secara politik reshuffle juga sebagai upaya koreksi atas relasi politik yang ada seperti. Pasalnya, kabinet di pemerintahan tak hanya terdiri dari koalisi partai politik (parpol) tapi juga kalangan non parpol.

"Saya lihat memang harus segera dilakukan reshuffle bukan hanya wacana tapi tindakan. Ini untuk tingkat kinerja kabinet ya, harus supaya fokus. Tapi jangan juga menteri yang masuk ga fokus lagi, malah manfaatkan buat kampanye," tegasnya.

Permasalahan minyak goreng yang berlarut, padahal Indonesia merupakan negara penghasil CPO terbesar, menjadi dasar dalam melakukan evaluasi kinerja para menteri. Belum lagi persoalan harga pupuk. Keduanya menjadi permasalahan yang menyangkut kebutuhan masyarakat yang perlu diselesaikan.

Saat ini Masinton juga menilai, ada menteri yang kinerjanya mulai tidak fokus. Belum lagi adanya obrolan di masyarakat yang mempertanyakan satu menteri yang terlihat menonjol di setiap persoalan.

"Contohnya sudah gamblang ada menteri yang kebelet nyalon. Dengan gunakan seluruh sumber daya dan sumber dana bahkan kali ya untuk menopang kenarsisannya padahal nggak ada partai politiknya," ungkap Masinton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×