Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Berikut proyeksi skenario pergerakan harga minyak dan implikasinya terhadap APBN:
1. Eskalasi Terbatas
Harga minyak US$ 80–US$ 85 per barel (masih dalam batas atas asumsi APBN).
2. Konflik Meluas
Harga minyak US$ 90–US$ 100 per barel (melampaui asumsi APBN).
3. Skenario Terburuk – Blokade Selat Hormuz
Harga minyak di atas US$ 120 per barel, berisiko memicu krisis energi global.
Secara historis, ICP bergerak searah dengan Brent dengan selisih diskon atau premi tertentu. Jika Brent menyentuh US$ 100 per barel, ICP diperkirakan berada di kisaran US$ 95–US$ 98.
Tonton: APNI Tanggapi Kabar Penutupan 3 Smelter karena RKAB
Harga Minyak Dunia Melonjak
Sebagai informasi, harga minyak mentah dunia ditutup naik 4,7% pada perdagangan Selasa (3/3/2026), menjadi level tertinggi sejak Januari 2025.
Harga berjangka Brent ditutup naik US$ 3,66 atau 4,7% menjadi US$ 81,40 per barel. Sejak konflik dimulai, harga Brent telah melonjak sekitar 12%.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik US$ 3,33 atau 4,7% menjadi US$ 74,56 per barel.
Lonjakan ini dipicu gangguan pengiriman energi dari Timur Tengah serta kekhawatiran konflik yang berkepanjangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













