kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Bulan Depan, Ini Pemicunya


Kamis, 05 Maret 2026 / 02:20 WIB
BBM Nonsubsidi Berpotensi Naik Bulan Depan, Ini Pemicunya

Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Berikut proyeksi skenario pergerakan harga minyak dan implikasinya terhadap APBN:

1. Eskalasi Terbatas  

Harga minyak US$ 80–US$ 85 per barel (masih dalam batas atas asumsi APBN).

2. Konflik Meluas  

Harga minyak US$ 90–US$ 100 per barel (melampaui asumsi APBN).

3. Skenario Terburuk – Blokade Selat Hormuz  

Harga minyak di atas US$ 120 per barel, berisiko memicu krisis energi global.

Secara historis, ICP bergerak searah dengan Brent dengan selisih diskon atau premi tertentu. Jika Brent menyentuh US$ 100 per barel, ICP diperkirakan berada di kisaran US$ 95–US$ 98.

Tonton: APNI Tanggapi Kabar Penutupan 3 Smelter karena RKAB

Harga Minyak Dunia Melonjak

Sebagai informasi, harga minyak mentah dunia ditutup naik 4,7% pada perdagangan Selasa (3/3/2026), menjadi level tertinggi sejak Januari 2025.

Harga berjangka Brent ditutup naik US$ 3,66 atau 4,7% menjadi US$ 81,40 per barel. Sejak konflik dimulai, harga Brent telah melonjak sekitar 12%.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ditutup naik US$ 3,33 atau 4,7% menjadi US$ 74,56 per barel.

Lonjakan ini dipicu gangguan pengiriman energi dari Timur Tengah serta kekhawatiran konflik yang berkepanjangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

×