kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bambang Brodjonegoro sebut perbaikan sektor manufaktur dorong perbaikan ekonomi RI


Kamis, 05 Agustus 2021 / 06:55 WIB

Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

“Saya amazed melihat daftar bahwa kita termasuk 5 atau 10 produsen terbesar di berbagai komoditas tambang maupun komoditas pertanian. Problemnya adalah kita terlalu terbuai dengan kekayaan alam yang kita miliki, namun lupa melakukan sesuatu yaitu inovasi,” jelas Bambang.

Menyoal inovasi yang dimaksud, Bambang menjelaskan Indonesia perlu memiliki nilai tambah yang berkelanjutan. Nilai tambah tersebut bisa didapatkan dari sumber daya alam yang ada. Namun dengan syarat, tidak dijual secara mentah dan rendah.

Harusnya setiap komoditas baik pertanian maupun pertambangan yang begitu kaya dapat diangkat nilai tambahnya dengan inovasi. Bambang mencontohkan, Indonesia sebagai negara eksportir nikel terbesar. Dengan adanya inovasi harusnya Indonesia bisa menjadi produsen baterai kendaraan listrik.

“Dari sana baru kita bisa bangga. Jangan sampai kita cukup puas hanya nikelnya saja kemudian di ekspor ke negara lain dan mereka yang jadi produsen olahan nikel ke dunia,” pungkasnya. 

Selanjutnya: Merger dan Akuisisi di Australia Sejauh Tahun Ini Rekor, Sudah Tembus US$ 174 Miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×