kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Awas, Covid-19 bisa sebabkan ARDS yang mematikan, kenali gejala dan cara mengatasi


Sabtu, 10 Juli 2021 / 05:50 WIB
Awas, Covid-19 bisa sebabkan ARDS yang mematikan, kenali gejala dan cara mengatasi

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pasien Covid-19 harus mewaspadai timbulnya acute respiratory distress syndrome (ARDS). Pasalnya, ARDS bisa mengancam keselamatan para pasien Covid-19, terutama yang tengah menjalani isolasi mandiri.

Sindrom gangguan pernafasan akut atau dikenal dengan ARDS adalah gejala Covid-19 berat yang jamak berkembang dari radang paru (pneumonia) yang terus memburuk. Apabila tidak mendapatkan penanganan medis yang tepat, ARDS atau gejala Covid-19 berat ini dapat berdampak fatal.

Berikut penjelasan lebih lanjut apa itu ARDS, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Apa itu ARDS pada gejala Covid-19 berat?

Melansir Mayo Clinic, ARDS yang merupakan gejala Covid-19 berat adalah gangguan pernapasan akut yang terjadi ketika cairan menumpuk di kantung-kantung udara (alveoli) di paru-paru. Penumpukan cairan tersebut membuat paru-paru tidak terisi udara dalam jumlah cukup.

Akibat ARDS atau gejala Covid-19 berat adalah oksigen yang mengalir dalam aliran darah minim dan organ tubuh tidak dapat berfungsi normal karena kekurangan oksigen.

Lantas, bagaimana penderita Covid-19 bisa terkena ARDS. Dilansir dari Yale Medicine, virus corona yang masuk ke tubuh pengidap Covid-19 kerap menempel di saluran pernapasan bagian atas.

Baca juga: Kenali Lebih Jauh Gejala Covid-19 dan Syarat Melakukan Isolasi Mandiri

Setelah infeksi tersebut, penderita akan mengalami peradangan sebagai respons kekebalan alami tubuhnya. Gejala kemunculan ARDS bisa berupa batuk, sakit tenggorokan, dan demam.

Di beberapa kasus, virus corona akan keluar dari saluran pernapasan bagian atas, bergerak di paru-paru, dan menyerang alveoli, dan memicu ARDS.

Lambat laun, alveoli yang terinfeksi virus akan kolaps seiring menurunnya fungsi paru dan kekurangan oksigen dalam darah. Di waktu yang bersamaan, cedera ini menyebabkan peradangan akut.

Kombinasi antara peradangan akut ditambah kadar oksigen rendah ini bisa berdampak fatal karena memicu kegagalan organ. ARDS pada pengidap Covid-19 berat biasanya muncul selang delapan hari setelah gejala awal.

Beberapa faktor risiko bisa meningkatkan peluang penderita Covid-19 terkena ARDS. Di antaranya usia sepuh, diabetes, dan tekanan darah tinggi.



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

×