kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

AS: Terus bangun senjata nuklir, kimia, dan biologi, Korea Utara membahayakan


Kamis, 06 Mei 2021 / 12:00 WIB

Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Korea Utara terus membangun senjata kimia dan biologis, selain senjata pemusnah massal (WMD) lainnya seperti nuklir, yang menjadi ancaman serius bagi Amerika Serikat dan Korea Selatan, pejabat pertahanan AS mengatakan.

Menurut Jennifer Walsh, Asisten Deputi Menteri Pertahanan AS Bidang Pertahanan Dalam Negeri dan Keamanan Global, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sebenarnya bisa menggunakan senjata-senjata tersebut jika terjadi konflik di Semenanjung Korea.

"Terus mengejar senjata nuklir, kimia, dan biologi, Korea Utara membahayakan stabilitas internasional dan melemahkan rezim nonproliferasi global. Kemampuan ini menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan sekutu," kata Walsh, Selasa (4/5), dalam pernyataan kepada Sub-komite DPR AS untuk Intelijen dan Operasi Khusus.

"Mengingat risiko bahwa Kim Jong Un bisa berusaha untuk menggunakan WMD dalam rangka atau untuk mencegah konflik di Semenanjung Korea, Pasukan Gabungan harus siap untuk sejumlah kemungkinan terkait WMD yang memerlukan operasi di lingkungan yang terkontaminasi CBRN," ujar dia, seperti dikutip Yonhap.

Baca Juga: Adik Kim Jong Un ancam Korea Selatan: Kami akan pertimbangkan tindakan yang sesuai!

CBRN adalah singkatan dari kimia, biologi, radiologi, dan nuklir.

Berkaca dari tindakan Pyongyang menggunakan senjata kimia saat membunuh Kim Jong Nam, saudara laki-laki Kim Jong Un, di Malaysia pada 2017, Walsh mencatat Korea Utara, bersama dengan negara-negara seperti China, Rusia dan Iran, terus meningkatkan kemampuan senjata kimia dan biologi.

"Pandemi Covid-19 terus menunjukkan ancaman yang ditimbulkan oleh insiden biologis. Dan kemajuan ilmiah dalam bioteknologi menciptakan jenis tantangan baru sekaligus menurunkan hambatan masuk untuk pengembangan, proliferasi, dan penggunaan WMD," sebut dia.

China salah satu sumber bahan senjata kimia Korea Utara

Hanya, Walsh menyatakan, AS dan Korea Selatan bekerjasama untuk melawan segala jenis ancaman dari Korea Utara.

Baca Juga: Pembelot kembali terbangkan selebaran anti-Kim Jong Un, Korea Utara bakal meradang



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS [Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI

×