kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Arungi tahun 2021, begini rencana bisnis Telkom (TLKM)


Jumat, 15 Januari 2021 / 07:50 WIB

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tendi Mahadi

Telkom menargetkan, jumlah pelanggan baru IndiHome dapat bertambah 1,6 juta pada 2021. Jumlah ini lebih tinggi dari capaian tahun 2020 yang sebesar kurang lebih 1 juta pelanggan baru.

"Kenaikan target tersebut didasarkan pada kebutuhan masyarakat terhadap layanan konektivitas berkualitas tinggi ke rumah-rumah semakin besar. Potensi pasar untuk layanan fixed broadband di Indonesia juga dinilai masih sangat besar," imbuh Pujo.

Sejumlah rencana bisnis baru juga tengah dipersiapkan TLKM pada awal tahun ini, yaitu meliputi pengembangan konektivitas dan platform Internet of Things (IoT) juga memiliki rencana untuk menambah satelit baru.

Baca Juga: Indosterling Technomedia (TECH) hadirkan Edufecta, layanan pendidikan e-learning

SVP Corporate Communication & Investor Relations Telkom Ahmad Reza mengatakan, IoT merupakan bagian dari digital platform, yaitu salah satu domain bisnis digital yang tengah fokus dikembangkan Telkom. Pada tahun ini, pengembangan solusi IoT Telkom akan difokuskan pada sektor utilitas, transportasi dan logistik.

Pengembangan bisnis tersebut dilakukan dengan cara mengembangkan dua rantai nilai yang ada di IoT milik Telkom, yaitu bisnis konektivitas khusus IoT (LoRaWAN) dan pengembangan platform IoT (Antares).

Telkom juga akan berkolaborasi dengan para perusahaan rintisan serta bekerja sama dengan berbagai perusahaan yang telah terlebih dahulu mengembangkan bisnis IoT di luar negeri. Ia menyebut, tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan bisnis IoT saat ini adalah proses panjang untuk implementasi teknologi IoT.

"Pelanggan perlu merasakan pengalaman dan manfaat yang ditawarkan oleh IoT tersebut sehingga dibutuhkan mekanisme bukti konsep atau proof of concept (PoC) sebelum komersial di pasar. Melalui tahapan PoC, Telkom tidak hanya memperoleh manfaat dari sisi pelanggan yang merasakan hasilnya, tetapi juga dapat mendukung Telkom dalam pengembangan kapabilitas dan portfolio perusahaan,” pungkas Reza.

Selanjutnya: Tahun ini, Gajah Tunggal (GJTL) siapkan belanja modal dua kali lipat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×