kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Apa jadinya jika jadwal vaksin kedua terlambat?


Rabu, 04 Agustus 2021 / 10:23 WIB

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Nadia menjelaskan, jarak penyuntikan dosis pertama ke kedua untuk tiap-tiap vaksin memiliki perbedaan.  

Untuk vaksin Sinovac jarak penyuntikan dari vaksin pertama ke vaksin kedua selama 28 hari. Sedangkan untuk vaksin AstraZeneca dalam interval vaksin pertama dan kedua disarankan berjarak 2-3 bulan. 

Nadia menilai, batas waktu tersebut masih memungkinkan individu untuk mendapatkan dosis kedua dalam interval yang ditentukan. 

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil dapat dilaksanakan dalam waktu tak lama lagi

“Seharusnya tetap bisa mendapatkan vaksin karena rentang waktunya cukup lama,” paparnya. 

Apabila jeda waktu antara vaksin pertama dan vaksin kedua sudah dekat, lanjut Nadia, maka masyarakat dapat menghubungi call center pemerintah daerah masing-masing atau ke Kemenkes melalui 119 ext 9. 

Ia menjelaskan bahwa distribusi vaksin dilakukan melalui tiga mekanisme, yaitu Dinas Kesehatan (Dinkes), TNI, dan Polri. 

“Iya (masing-masing mempunyai kuota), 40 persen Dinkes dan TNI Polri masing-masing 30 persen,” jelas Nadia. 

Baca Juga: Finalisasi, Kemenkes pastikan vaksin aman untuk ibu hamil



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

×